Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 30 Mei 2019 22:14 WIB

Perusahaan Jepang Minat Bikin Mobil Listrik di RI, Targetnya Mulai 2021

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Zaki Alfarabi Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Kementerian Perindustrian beri peluang bagi dua produsen otomotif asal Jepang untuk memulai produksi mobil listrik di Indonesia, yakni Toyota dan Daihatsu. Targetnya, kedua perusahaan tersebut akan mulai produksi pada tahun 2021 atau 2022.

"Kami berharap, pelaku industri otomotif yang ada di Jepang bisa mulai merealisasikannya di tahun 2021 atau 2022," tutur Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto ketika melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Toyota Motor Corporation di Tokyo, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Perindustrian, Kamis (30/5/2019).

Berdasarkan rilis resmi Kemenperin itu juga diketahui, pertemuan di Jepang tersebut juga membahas regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah terkait perizinan produksi kendaraan listrik oleh Toyota dan Daihatsu yang rencananya akan rampung sebelum target produksinya itu sendiri.


Nantinya, Toyota bersama Daihatsu akan memproduksi mobil hibrida di Indonesia pada tahun 2022. Jenisnya antara lain SUV dan MPV. "Kami menilai, kedua jenis tersebut yang akan lebih diminati konsumen di Indonesia. Kami sedang mempersiapkan produksinya," jelas Deputy CEO Toyota Corp. Susumu Matsuda.

Tak hanya berperan sebagai produsen, kedua perusahaan otomotif raksasa asal Jepang tersebut berjanji akan mengembangkan teknologi pembuatan kendaraan listrik di Indonesia.

Matsuda mengatakan, melalui studi pemerintah Indonesia dengan toyota, maka mobil listrik ini dapat membantu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (bbm).

"Hasil dari penelitian tersebut, bahwa mobil hibrida dapat mengurangi konsumsi bensin hingga setengahnya. Ini menjadi salah satu solusi yang cukup realistis," imbuhnya.


Selain itu, mobil listrik juga dapat menghemat pengeluaran hingga 50% dibandingkan menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak. Perbedaan harga itu diyakini mampu mendorong sebagian konsumen untuk beralih dari ke mobil listrik.

"Apalagi, ada hybrid car itu yang sampai hemat 50 persen. Selain itu, adanya kemudahan dari maintenance dari kendaraan-kendaraan berbasis elektrik," ungkap Airlangga. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed