Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 09 Jun 2019 16:29 WIB

Gadget Baru Huawei Nggak Bisa Buka FB, IG dan WA Imbas Perang Dagang

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Gadget keluaran baru Huawei, perusahaan ponsel pintar terbesar kedua di dunia tak lagi dilengkapi aplikasi sosial media Facebook, termasuk Instagram dan WhatsApp. Hal ini disebabkan oleh dihentikannya impor perangkat Huawei ke Amerika Serikat (AS), termasuk izin penggunaan perangkat lunak keluaran AS di perangkat tersebut.

Dalam pernyataan dari Facebook, Inc, pada Jumat (7/6/2019), perusahaan tersebut telah menghentikan penyediaan aplikasinya untuk Huawei. Artinya, pengguna perangkat Huawei baru tak bisa lagi memasang aplikasi Facebook di ponselnya.

Namun, dilansir dari CNN.com, Minggu (9/6/2019), juru bicara Facebook mengatakan pihaknya masih meninjau langkah dan dampak yang akan dihadapi Facebook karena penghentian kerja sama ini.

"Kami sedang meninjau peraturan final terkait dicabutnya lisensi dan mengatur langkah yang akan kami ambil demi memastikan kepatuhan kami terhadap larangan ini," tutur juru bicara Facebook yang tak disebutkan namanya itu.


Kini Facebook mengikuti Google yang kena imbas pelarangan kerja sama dengan perusahaan asal Cina tersebut karena perang dagang yang kian memanas.

Namun, bagi masyarakat yang telah menggunakan ponsel Huawei versi lama, tetap bisa menggunakan aplikasi Facebook dan juga Google, serta dapat memperoleh pembaharuan versi dari aplikasi-aplikasi tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Huawei mengatakan sedang membangun sistem operasinya sendiri sebagai cadangan. Namun, pihaknya tetap ingin menggunakan sistem operasi Google dan Microsoft jika masih bisa.


Kemudian, pesaing Huaweil, yakni Nokia kini telah mempersiapkan diri untuk mengejar produksi smartphone 5G untuk meraih kontrak kerja sama dengan sejumlah perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi asal Inggris dan Jepang. Karena, kedua negara tersebut tengah menunda peluncuran smartphone 5G keluaran Huawei karena kasus Facebook dan Google ini.

Sebelumnya, AS mengeluarkan peringatan bahwa ponsel keluaran Huawei tersebut dapat menjadi alat untuk Tiongkok melakukan pengintaian di AS. Namun, pihak Huawei membantah keras kabar tersebut. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed