Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 16 Jun 2019 20:35 WIB

Mau Pindahkan Pabrik di China, Bagaimana Penjualan Nintendo?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Dok. Olivier Raymond Foto: Dok. Olivier Raymond
Jakarta - Perang Dagang Amerika Serikat (AS) - China memberi imbas ke perusahaan-perusahaan besar dunia. Salah satunya perusahaan video game asal Jepang, Nintendo. Perusahaan tersebut memiliki pabrik di Taiwan. Karena Presiden AS Donald Trump meningkatkan tarif ekspor barang-barang yang di produksi di China, Nintendo berencana memindahkan pabriknya dari China. Lalu, bagaimana penjualan Nintendo itu sendiri?

Dilansir dari engadget.com, Minggu (16/6/2019), tahun ini, hingga 31 Maret 2019, NIntendo telah menjual 2,47 unit switch console, menambah penjualan seumur hidup menjadi 34,74 juta unit.

Meski begitu, angka tersebut lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year), yakni 2,93 juta unit. Pada tahun anggaran 2018 (April 2018 hingga Maret 2019), Nintendo menjual 16,95 juta unit switch console dari target 17 juta unit. Pada awalnya, Nintendo menargetkan penjualan hingga 20 juta sebelum akhirnya diubah.


Akan tetapi, angka tersebut telah melampaui penjualan seri konsol Nintendo yang sebelumnya, yakni Nintendo 64. Nintendo switch diproyeksi dapat menjadi perangkat terbaik untuk Super Nintendo Entertainment System (SNES) yang akan mengelola sistem 49,1 juta unit konsol di tahun anggaran berikutnya.

Selain itu, angka penjualan software game Nintendo juga cukup baik. Super Smash Bros terjual hingga 13,81 juta unit. Sedangkan, Ultimate and Pokemon: Let's Go telah terjual hingga 10,63 juta unit. Kemudian, seluruh software game Nintendo yang berjumlah 23 macam telah memperoleh hasil penjualan yang signifikan dalam sejarah berdirinya perusahaan ini.

Angka penjualan software game tersebut mampu mendongkrak pendapatan perusahaan hingga ¥ 1,2 triliun atau setara Rp 158 triliun (kurs Rp 132) pada tahun anggaran 2018. Lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni sebesar ¥ 1,06 triliun atau setara Rp 140 triliun. Sementara, laba operasional Nintendo ¥ 249,7 miliar atau setara Rp 33 triliun, lebih besar dibandingkan 1 tahun sebelumnya yakni ¥ 177,5 miliar atau setara Rp 23,4 triliun.

Akan tetapi, tak hanya Nintendo Switch yang meraup keuntungan. Nintendo 2DS dan 3DS berhasil terjual hingga 2,55 juta unit di tahun anggaran 2018. Kemudian, NES (Nintendo Entertaintmen System) dan SNES Classic Edition membukukan penjualan gabungan hingga 5,95 juta unit.


Software game untuk smartphone buatan Nintendo seperti Fire Emblem Heroes, Animal Crossing: Pocket Camp dan Dragalia Lost menghasilkan pendapatan mencapai ¥ 46 miliar atau setara Rp 6,08 triliun, naik 17% dari tahun sebelumnya. Di akhir musim panas tahun ini, Nintendo juga akan mengeluarkan software game terbarunya, Doctor Mario yang dikembangkan dengan perusahaan asal Korea yaitu Line.

Untuk tahun anggaran berikutnya, Nintendo menargetkan penjualan switch console sebanyak 18 juta unit. Untuk mencapai angka tersebut, perusahaan ini akan merilis dua game baru lainnya, yakni Super Mario Maker 2 and Fire Emblem: Three Houses are just on the horizon dan Pokemon Sword and Shield, The Legend of Zelda: Link's Awakening. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed