Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 07 Jul 2019 19:58 WIB

Petani Ngaku Tak Rasakan Manfaat Dana Pungutan Sawit

- detikFinance
Foto: Febri Angga Palguna Foto: Febri Angga Palguna
Jakarta - Sejak Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan pembentukan Bandan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDP-Sawit) pada tahun 2015, BPDP-Sawit sudah mengumpulkan dana kurang lebih sekitar Rp 43 triliun dari potongan penjualan ekpor CPO (Crude Palm Oil).

Pengunaan dana yang dikumpulkan tersebut tidak banyak memberikan dampak kepada petani sawit karena dana pungutan sawit lebih banyak digunakan untuk memenuhi insentif mandatori biodiesel.

Total insentif yang diterima oleh produsen biodiesel sekitar Rp 38,7 triliun dalam periode 2015-2019 atau rata-rata insentif mencapai Rp 7-8 triliun per tahun, sementara untuk ke petani disalurkan melalui dana replanting hanya sekitar Rp 702 miliar sampai dengan tahun 2018 atau sekitar 1,6%.

"Kami mengapresiasi inisiatif presiden Joko Widodo untuk memunculkan Kelembagaan BPDP-KS di tahun 2015, namun hingga saat ini tidak memberikan rasa manfaat bagi kurang lebih lebih 12 juta keluarga petani kelapa sawit," kata Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto saat dihubungi, Minggu (7/7/2019).


Senada, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) Indonesia, Setiono mengatakan, dana peremajaan sawit rakyat yang dialokasikan dari dana pungutan sawit pun dirasa belum optimal.

"Lahan milik petani 43% dari luas lahan perkebunan kelapa sawit nasional, tetapi porsi dana BPDPKS untuk petani masih terlalu kecil," sebut dia.

Apa lagi, saat ini realisasi penyaluran dana sawit untuk peremajaan kebun kelapa sawit rakyat juga dinilai masih minim.

"Hingga tahun 2018, Peremajaan sawit rakyat yang didukung oleh dana sawit baru mencapai 28.100 hektar (Ha) dengan jumlah petani sekitar 11.200 petani dari target 185.000 Ha, tegas Petani Sawit anggota SPKS Tanjabar, Jambi, Vincentius Haryono.


Vincentius melanjutkan, perlu ada kepastian bagi petani sebelum pemerintah memberlakukan kembali pungutan dana sawit.

"Kita minta alokasi dana harus lebih besar untuk petani ketimbang alokasi bagi biodiesel dengan tambahan alokasi untuk revitalisasi koperasi, pendataan dan sertifikasi petani," tandas dia. (dna/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed