Banyak Perusahaan Gagal Bayar, Dunia Usaha Harus Ekstra Waspada

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 25 Jul 2019 12:26 WIB
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra
Jakarta - Dunia usaha di tanah air sebagian mengalami gejolak. Hal itu terlihat dari banyaknya perusahaan yang berpotensi gagal membayar kewajibannya.

Kabar yang paling baru datang dari PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT). Perusahaan yang tergabung dalam Grup Duniatex dikabarkan berpotensi gagal bayar utang obligasi.


Menurut Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad, muaraknya perusahaan yang kesulitan membayar utang bisa dilihat dari dua sisi. Pertama permasalahan tata kelola internal perusahaan yang membuat tidak mampu melakukan penyesuaian terhadap perkembangan secara umum.

"Kedua, dari sisi kinerja perusahaan juga menghadapi tantangan yang cukup besar, misalnya penurunan permintaan pasar, pertumbuhan pembayaran premi yang menurun. Maupun perkembangan ekonomi yang tidak mendukung perkembangan usaha," ujarnya kepada detikFinance, Kamis (25/7/2019).

Untuk itu seharusnya perusahaan-perusahaan apalagi manufaktur harus berhati-hati dalam mengelola keuangannya. Jangan sampai ada kesalahan dalam menetapkan strategi keuangan.

"Misalnya kesalahan manajemen dalam menetapkan biaya investasi dan biaya operasional yang besar sementara pendapatan cenderung fluktuatif maka akan mengakibatkan potensi bayar utang cenderung besar," tambahnya.


Di sisi lain, dunia usaha saat ini juga dihantui gejolak perekonomian global. Hal itu bisa mempengaruhi kinerja pendapatan. Belum lagi persaingan global semakin ketat.

"Karena itu, perlu dilihat kasus per kasus mengingat setiap industri atau perusahaan memiliki masalah yang berbeda-beda," tutupnya.



Banyak Perusahaan Gagal Bayar, Dunia Usaha Harus Ekstra Waspada


Simak Video "Ada Eks Orang Istana Jadi Direksi Jiwasraya, Ini Faktanya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)