Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Jul 2019 11:16 WIB

Bahaya, Industri Tekstil RI Diserbu Produk Impor

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra Ilustrasi/Foto: Wisma Putra
Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam keadaan darurat. Salah satu perusahaan yang mulai terhantam adalah PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT) yang tergabung dalam Grup Duniatex yang tak mampu membayar utangnya.

Menurut Sekjen Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan bahwa industri TPT memang sedang dalam keadaan darurat.

"Kondisi industri TPT sedang SOS (keadaan darurat)," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (26/7/2019).


Redma menerangkan hal yang membuat industri TPT dalam keadaan darurat adalah semakin maraknya produk impor. Kondisi itu membuat pelaku TPT nasional sulit bersaing.

"Pasar domestik dibanjiri barang impor," tambahnya.


Menurut data yang dimilikinya, dalam setahun rata-rata produk impor naik 10,4%. Sementara ekspor hanya naik 3%.

Neraca perdagangan industri TPT di 2018 minus 25,6% yang merupakan terburuk sepanjang masa. Ekspor hanya tumbuh 0,9%, sementara impor tumbuh 13,9%.

Simak Video "Pemerintah Siapkan Kawasan Industri Tekstil di Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com