ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Jul 2019 15:33 WIB

Waspada! Industri Otomotif Terguncang Picu Gelombang PHK

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Ruly Kurniawan Ilustrasi/Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan saat ini industri otomotif secara global sedang terguncang. Hal tersebut berimbas terhadap pengurangan karyawan di perusahaan otomotif.

"Secara global, industri otomotif lagi menghadapi guncangan luar biasa," kata Lembong dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (30/7/2019).

Dia menjelaskan, beberapa industri otomotif raksasa bahkan sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya.

"Tiap bulan ada pengumuman misal Nissan pengumuman PHK lebih dari 12 ribu di seluruh dunia. Sebulan sebelumnya Ford mengumumkan PHK karyawan di Eropa," sebutnya.


Lembong menjelaskan, saat ini industri otomotif memang sedang mengalami penurunan penjualan. Bahkan sejak tahun lalu, di China penjualan mobil mulai merosot dibandingkan tahun sebelumnya

"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Jadi secara siklus ekonomi dan industri otomotif ini sedang dalam proses down term, turun bukan naik. Mengalami deselerasi bukan akselerasi," jelasnya.

industri otomotif, lanjut dia sedang diguncang oleh tiga revolusi teknologi. Pertama adalah munculnya angkutan online seperti Go-Jek hingga Grab. Itu dianggap banyak mengurangi kebutuhan orang terhadap kendaraan pribadi.

Faktor kedua adalah kewajiban regulator untuk mendorong kendaraan bermotor listrik. Ini terutama terjadi di Eropa dan Amerika, dan industri otomotif dibebani dengan biaya puluhan miliar dolar yang harus dikeluarkan untuk menyesuaikan pabrik-pabriknya untuk memproduksi mobil listrik.

"Itu yang menyebabkan PHK puluhan ribu bahkan ratusan ribu karyawan oleh perusahaan otomotif utama termasuk Nissan dan Ford," ujarnya.


Faktor ketiga yang bikin industri otomotif terguncang adalah revolusi kendaraan tanpa pengemudi alias kendaraan otonom. Ini juga sebuah tekanan bagi industri otomotif untuk bisa bertahan, bersaing dan mengembangkan teknologi otonom.

"Itu sudah jadi ekspektasi konsumen dan itu juga perusahaan otomotif seperti Hyundai, Nissan, Ford mesti mengeluarkan biaya puluhan miliar dolar untuk kembangkan teknologi otonom," tambahnya.

Simak Video "Ini Bukti Kecanggihan Mobil 'Jaman Now' "
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com