Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Agu 2019 16:17 WIB

RI Bisa Bikin KRL, Tapi Kok Impor yang Bekas dari Jepang?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
KRL/Foto: Lamhot Aritonang KRL/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - PT INKA (Persero) belum memasok kereta rel listrik (KRL) Jabodebek. Selama ini, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) masih mengandalkan limpahan kereta bekas dari Jepang. Apa sebabnya?

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro pun bercerita soal harga. Dia bilang, kereta bekas Jepang sebenarnya murah, yang mahal ialah biaya pengirimannya.

"KRL itu sebetulnya barangnya barang bekas dari Jepang, jadi tidak akan bisa dibandingkan (harganya). Setahu saya waktu saya di KAI harganya Rp 2 miliar saja. Itu dibuang itu, cuma harga transportasi, harga loading kesini. Harga sih nol lebih baik dijual ke Indonesia pada saat itu, saya yang merintis sebetulnya," ujar Budi di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (19/8/2019).


Dia melanjutkan, jika tidak memakai barang bekas maka tarif KRL tidak akan murah seperti sekarang.

"Di sana itu buang barang bekas mahal, terus dimulai lah. Kenapa, kalau nggak bekas maka harga tarifnya tidak akan seperti sekarang," kata Budi.

Sementara, harga kereta INKA sekitar US$ 1,3 juta atau sekitar Rp 18,2 miliar (kurs Rp 14.000). Artinya, ada selisih yang cukup besar antara kereta bekas Jepang dan kereta INKA.

"Sekarang Rp 2 miliar, sekarang saya menawarkan ke KCI US$ 1,3 juta, 1 (kereta) loh ya, kira-kira ya seperti itu jauh," ujarnya.


Meski demikian, dia berpandangan, KCI saat ini kesulitan melakukan perawatan. Lantaran, di negara asal komponen kereta itu sudah tidak diproduksi.

"Pertanyaan bagaimana? Sekarang mereka sedang kesulitan perawatan, karena spare part sudah nggak ada, itu sekian tahun yang lalu mereka nggak produksi. Sehingga temen-temen mencoba mengakali tapi lama-lama nafasnya habis," tutupnya.

Simak Video "1 Desember 2019, Perjalanan KRL Ditingkatkan Hingga Tutup Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com