Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 23 Agu 2019 19:42 WIB

Gandeng Pengusaha RI, Swiss Bikin Pabrik Cokelat di Sumedang

Wisma Putra - detikFinance
Pabrik cokelat patungan Swiss-RI di Sumedang/Foto: Wisma Putra Pabrik cokelat patungan Swiss-RI di Sumedang/Foto: Wisma Putra
Sumedang - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan pabrik coklat Barry Callebaut di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kali ini produsen cokelat terkemuka asal Zurich Swiss ini bermitra dengan perusahaan makanan yang ada di Indonesia Garudafood.

Usai menggunting pita, RK sapaan karib Ridwan Kamil langsung meninjau pabrik produksi didampingi Presiden Barry Callebaut Asia Pacific De Schryver dan CEO PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Hardianto Atmadja.

Dengan mengenakan pakaian khusus, lengkap dengan penutup rambut, telinga dan mulut RK berkeliling ke pabrik produksi. Bahkan, RK juga berkesempatan menyalakan salah satu mesin di pabrik coklat tersebut.

"Ini adalah komitmen dukungan dari pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah agar investasi-investasi khususnya di bidang makanan ini hadir lebih banyak datang ke Jawa Barat," kata RK usai tinjauan pabrik produksi.


Dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Barat, RK mengungkapkan 42 persen datang dari industri olahan.

"Dengan penduduk yang sangat besar, ini bisa menjadi potensi pasar dan juga menjadi sumber SDM ditambah tanah-tanah di Jawa Barat sangat subur sehingga bisa dijadikan sumber-sumber dari bahan material makanan ke industri makanan ke Garudafood dan Barry Callebaute ini," ungkapnya.

RK berujar di Kabupaten Sumedang pertanian kacang sendiri sudah 4.0 dengan menggunakan drone pengawasannya. Hal tersebut akan menjadi evaluasi lima tahun ke depan agar pertanian di Jawa Barat menjadi lebih modern dalam pengelolaannya.

"Kita terapkan ekonomi Pancasila, keadilan sosial dimana jangan hanya tanah perkebunan yang dimiliki industri saja, tapi kebutuhan industri juga bisa disuplai oleh tanah-tanah buang dimiliki penduduk," tuturnya.

"Penduduk diedukasi cara menanamnya, kualitas kontrol dan di akhir proses bisa dibeli oleh industri sehingga semua mendapatkan benefit ekonomi. Itu tujuan besarnya," tambahnya.

"Ini visi yang kita inginkan Jabar Juara. Kita ingin ini industri 4.0 hadir di mana-mana. Saya menyambut baik kolaborasi baik ini, saya bikinkan pantun untuk Barry Callebaut dan Garudafood. Sekeluarga bersama di Hari Jum'at, bersama Bu Cinta pergi ke laut, perekonomian masyarakat akan melesat, bersama Garudafood dan Barry Calllebaut," pungkasnya.

Pabrik Kedua

Kali ini, Barry Callebaut membuka pabrik cokelat kedua di Indonesia dalam waktu kurang dari 3 tahun dengan mengusung konsep "Plant-in-Plant" menegaskan kembali hubungan kemitraan yang erat antara Barry Callebaut dan Garudafood.

"Pabrik ini mengadopsi konsep 'Plant-in-Plant' atau 'Pabrik di dalam Pabrik' dari Barry Callebaut, dimana mereka mengintegrasikan fasilitas produksi di lokasi pabrik pelanggannya dalam hal ini adalah pabrik biskuit Rancaekek milik Garudafood," kata Presiden Barry Callebaut Asia Pacific Ben De Schryver.

Pabrik terbaru Barry Callebaut di Asia adalah hasil dari penandatanganan perjanjian pasokan cokelat jangka panjang pada bulan November 2018 lalu dengan Garudafood, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia.


Nilai investasi pabrik ini mencapai CHF2,8 juta atau senilai Rp40 miliar. Sebelumnya, Barry Callebaut telah membuka pabrik cokelat pertamanya di Gresik - 800 km sebelah timur Jakarta, pada Oktober 2016 lalu.

"Pabrik cokelat kedua kami di Indonesia mempertegas komitmen kami terhadap negara ini. Barry Callebaut akan terus berinvestasi di sisi manufaktur dan terus menawarkan produk-produk baru kepada pelanggan kami seperti Garudafood," jelasnya.

Sementara itu, CEO PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Hardianto Atmadja berujar, kolaborasi Garudafood dengan Barry Callebaut, dimulai pada tahun 2015, adalah salah satu strategi inovasi terbuka Garudafood dalam mendukung Industry 4.0.

"Aktivitas Barry Callebaut yang luas di Indonesia berkontribusi pada perekonomian negara ini dan juga mendukung pencapaian Garudafood dalam memproduksi berbagai produk inovatif - terutama produk cokelat yang memiliki nilai tambah bagi konsumen di Indonesia dan luar negeri," katanya.



Simak Video "Unik! Ada Sampo yang Terbuat dari Cokelat"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com