Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 29 Agu 2019 13:24 WIB

Mau Bentuk Holding Pertahanan, Rini Surati Sri Mulyani

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah memproses sejumlah holding BUMN. Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, di bawah naungannya, pembentukan holding yang paling cepat ialah industri pertahanan.

"Kalau tempat saya yang pertahanan, belakangnya media," katanya di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Dia menyebut holding industri pertahanan ini terdiri dari PT Pindad, PT PAL, PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT LEN Industri, PT INTI, PT Industri Nuklir Indonesia (Inuki).


Fajar tak menyebut secara rinci kapan holding ini terbentuk. Yang jelas, ujarnya, Menteri BUMN Rini Soemarno sudah mengirim surat ke Kementerian Keuangan untuk membuat holding ini.

"Lagi diajukan, kan lagi dibahas dengan Kementerian Keuangan, Surat Bu Menteri (BUMN) sudah ke sana, nanti kan diharmonisasi seperti biasa," jelasnya.

Pembentukan holding sendiri sudah diproses mulai 2016. Jadi, pembentukan holding bukan karena desakan.

"Bukan mendesak, ini sudah dilakukan tahun 2016 prosesnya, kan ada keputusan 28 Februari 2016, holding-holding dibentuk, sekarang dilaksanakan. Perintah Pak Presiden waktu itu membuat holding-holding," tutupnya.



Simak Video "Soal Super Holding BUMN, Rini: Nanti Bicara Dulu dengan Presiden"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com