Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 31 Agu 2019 19:35 WIB

Investasi Awal Pusat Logistik Berikat Aceh Telan Rp 5 M

Agus Setyadi - detikFinance
Foto: Dok. Humas Pemerintah Aceh Foto: Dok. Humas Pemerintah Aceh
Banda Aceh - Pusat Logistik Berikat milik PT Trans Continent dibangun di Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong, Aceh Besar. Untuk investasi tahap awal, perusahaan mengucurkan dana Rp 5 miliar.

"Tahap awal saya kira ini seperti komitmen saya dulu sudah Rp 5 miliar dan kita akan lakukan secara bertahap, bertahap, bertahap hingga kita menyesuaikan sesuai perkembangan," kata CEO PT Trans Continent Ismail Rasyid usai groundbreaking, Sabtu (31/8/2019).

Menurutnya, lahan yang dipakai untuk membangun Pusat Logistik Berikat yaitu milik Pemerintah Provinsi Aceh yang dikelola PT Pembangunan Aceh (Pema). Ismail menjadi investor pertama yang berinvestasi di kawasan yang dikhususkan untuk industri tersebut.

"Pema memberikan ruang kepada beberapa tenant dengan masa waktu tertentu mereka berusaha. Efeknya bukan sewa-menyewa lahan sekarang tapi efeknya adalah dari multiplayer-nya," jelas Ismail.


Setelah kawasan industri itu berkembang, jelas Ismail, akan menyerap tenaga kerja sehingga nanti akan menumbuhkan industri informal lain. Dia menyebut seperti warung makan, tempat tinggal dan lainnya.

Selain itu, dengan adanya kawasan ini juga diharapkan dapat memudahkan pengusaha UKM untuk mengekspor barang mereka. Hal itu dinilai akan memberikan pendapat asli daerah (PAD) kepada Tanah Rencong.

"Dan tentunya orang yang kerja itu akan punya pendapatan dan ini akan mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Target kita seperti itu," bebernya.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengatakan, kawasan industri Aceh akan dijadikan sebagai smart industry area dengan branding competitive, halal, smart and green industrial park. Nova berharap investor tertarik mengembangkan usahanya di kawasan tersebut, sekaligus dapat meningkatkan pasarnya melalui jalur ekspor yang tersedia.


"Nah harapan saya dengan katakanlah dengan berasapnya satu saja dulu dari perusahaan tersebut yang lain bisa meyakini bahwa kawasan ini nantinya bisa benar-benar efektif setidaknya di tahun 2020," ucapnya.

"Kehadiran pusat logistik berikat ini nantinya akan sangat bermanfaat bagi aktivitas usaha di Aceh. Dengan adanya pusat logistik ini, perusahaan manufaktur di dalam negeri tidak perlu lagi impor bahan baku, barang modal, atau bahan penolong, karena semua tersedia di sini," kata Nova.

Simak Video "Basmi Penyelundupan, Bea-Cukai akan Buka Toserba di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com