Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 09 Sep 2019 12:00 WIB

GM Tutup 4 Pabrik, Trump Tidak Happy

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Presiden AS Donald Trump. Foto: Ian Langsdon, Pool via AP Presiden AS Donald Trump. Foto: Ian Langsdon, Pool via AP
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan lalu bertemu CEO General Motors (GM) Mary Barra di Gedung Putih. Trump tidak happy dengan pembahasan di pertemuan itu.

Sebelumnya, Trump 'ngomel' di Twitter gara-gara Barra memutuskan menutup 4 pabrik di Negeri Paman Sam. Trump salah mengira tutupnya pabrik di AS ini ada hubungannya dengan China.

"General Motors, yang dulunya raksasa di Detroit, sekarang menjadi yang terkecil di sana. Mereka memindahkan pabrik ke China, SEBELUM SAYA JADI PRESIDEN. Langkah ini dilakukan bahkan setelah mendapat bantuan dari pemerintah AS. Sekarang mereka mau balik lagi ke Amerika?" cuit Trump di Twitter, seperti dikutip CNN, Senin (9/9/2019).

Saat ini GM punya 33 pabrik di AS, nanti tinggal 29 setelah empat pabrik ditutup. Sementara di China ada 27 pabrik.

Jumlahnya pabriknya di China hampir sama banyak dengan di AS. Pasalnya, GM sekarang menjual lebih banyak mobil di China daripada di AS.

GM juga sudah meraup untung US$ 16 miliar (Rp 224 triliun) di China sejak 2010. Uang sebanyak itu dipakai untuk mendanai pembangunan dan operasional pabrik di Negeri Tirai Bambu, sama sekali tidak menggunakan dana dari AS.

GM juga tidak pernah memindahkan pabrik ke China. Produsen mobil itu tidak pernah mengekspor mobil dari AS ke China, dan hanya sebagian mobil yang dibuat di China diimpor ke AS jadi tidak berpengaruh ke operasional pabrik di AS.

Perusahaan yang pernah di-bailout pemerintah AS ini punya 58.000 karyawan di China, bandingkan dengan 100.000 karyawan di AS. Jumlah karyawan di AS ini memang berkurang.


Namun bukan gara-gara pabrik di China, melainkan gara-gara pabrik yang sudah semakin canggih dan otomatis sehingga tidak lagi membutuhkan banyak pekerja.

Dua puluh tahun lalu ada 217.000 orang bekerja di GM wilayah Amerika bagian utara, tidak termasuk Meksiko dan Kanada. Jumlahnya jauh berkurang seiring makin canggihnya pabrik.

Empat pabrik yang siap ditutup merupakan buntut dari lesunya penjualan mobil di AS. Berikut ini empat pabrik tersebut:
1. Pabrik di Lordstown, Ohio, yang memproduksi Chevrolet Cruze
2. Pabrik di Warren, Michigan, yang memproduksi transmisi untuk sedan
3. Pabrik di Detroit-Hamtramck yang memproduksi Chevrolet Impala dan Cadillac CT6
4. Pabrik di Baltimore yang memproduksi transmisi untuk truk

Sebanyak 3.000 karyawan GM sudah ditawari relokasi ke pabrik lain, mayoritas setuju. Penutupan pabrik ini sekarang tergantung kesepakatan antara Trump dan Barra, meskipun negosiasi juga sudah berjalan lama antara GM dengan serikat pekerjanya.



Simak Video "Muak dengan Donald Trump, Rihanna: Dia Manusia Paling Sakit Jiwa!"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com