googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Sep 2019 16:29 WIB

Minta Industri Rokok Diperhatikan, Kadin: Sumbangan Pajaknya Tinggi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
FOKUS BERITA Cukai Rokok Naik 23%
Jakarta - Pengusaha tergabung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia buka suara mengenai rencana pemerintah mengerek cukai rokok pada tahun depan. Menurut pengusaha, kenaikan cukai mesti dipertimbangkan dari semua sisi.

"Yang penting dicari keselarasan dan keseimbangan aja," kata Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, Jakarta, Rabu (18/9/2019).


Menurut Rosan, pemerintah harus menimbang aspek produsen, konsumen, dan kesehatan. Bagi produsen, katanya, mereka beranggapan telah memberikan kontribusi yang besar kepada negara.

"Di satu sisi kita hormati juga yang masih mau merokok. Sumbangan ke perpajakannya juga tinggi," tutupnya.

Di sisi lain, pasar industri mereka juga mulai tergerus dengan munculnya rokok elektronik.


"Kalau kita kan melihatnya dari semua sisi. Dari segi konsumennya, dari segi produsennya, dari segi kesehatannya. Tentunya kan di satu sisi kalau dari produsen rokok menyatakan mereka sudah memberikan distribusi yang cukup besar untuk pajaknya. Tapi di satu sisi ini juga kan ada perkembangan dari rokok seperti vape dan segala macam. Itu juga akan menggerus pasar-pasar mereka," paparnya.

Rosan mengaku tidak merokok. Menurutnya, semakin banyak orang tidak merokok akan lebih baik. Namun, dia mengatakan, rokok menyumbang pajak besar ke negara.

Simak Video "Rokok dan Liquid Vape Ilegal Senilai Rp 1,7 M Dimusnahkan "
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
FOKUS BERITA Cukai Rokok Naik 23%
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com