Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Sep 2019 20:55 WIB

Kabar Gembira! Petani Sawit Bakal Dapat Rp 25 Juta/Hektare

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Febri Angga Palguna Foto: Febri Angga Palguna
Jakarta - Pemerintah telah menyiapkan dana untuk peremajaan lahan sawit. Melaui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kelapa sawit, petani akan diberikan dana Rp 25 juta per hektare (Ha) untuk peremajaan kebun sawitnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dana tersebut digulirkan untuk petani dengan lahan maksimal 4 Ha. Selain itu, program ini juga dikhususkan untuk lahan sawit berusia di atas 25 tahun, atau belum 25 tahun namun ada kesalahan dalam penanaman bibitnya.

"Peremajaan itu dilakukan untuk membiayai maksimum 4 Ha. Kalau ada 6 Ha, yang dibayar 4 Ha saja. Itu ada dana Rp 25 juta per Ha diberikan melalui BPDP kepada petani yang ikut peremajaan. Siapa? Kalau dia punya kebun di atas 25 tahun, atau belum 25 tahun tapi bibitnya salah, sehingga produktivitasnya rendah sekali," terang Darmin.


Darmin menegaskan, Rp 25 juta itu akan dipakai untuk penebangan pohon tua atau tidak produktif. Setelah itu, petani harus membersihkan lahan dan menanam bibit yang bersertifikat. Sehingga, petani tersebut bisa menghasilkan 9-10 ton kelapa sawit per Ha dan dapat dibeli oleh BPDP Kelapa Sawit.

"Sehingga tidak ada cerita setelah ditanam, berbuah hanya 2 ton per hektare per tahun. Saat ini dengan bibit bagus bisa 9-10 ton per hektare, sehingga hasilnya akan dibeli oleh BPDP," ujar dia.

Darmin mengatakan, hingga saat ini sudah ada 84.000 Ha lahan sawit yang siap diremajakan mulai pekan depan. Lahan tersebut sudah masuk verifikasi BPDP Kelapa Sawit.

"Kalau sudah masuk verifikasi, dia akan buka rekening dan BPDP akan kirim uang Rp 25 juta/Ha. Saat ini dari 84.000 Ha, sudah 43% sudah disalurkan. Jadi kami tidak benar-benar tunggu. Mulai minggu depan kami siapkan agar peremajaan itu jalan continue saja. Tapi sekarang baru berani Sumatera Utara karena sudah jelas mulai hujan," ucap Darmin.


Darmin mengatakan, peremajaan lahan sawit ini dilakukan secara bertahap agar bisa terkendali.

"Kami terus lakukan per daerah, kami tidal berani langsung semua daerah, nanti tidak terkontrol lagi," pungkasnya.

Simak Video "Indonesia Sepakat Lawan Diskriminasi Sawit Uni Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com