Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Okt 2019 20:30 WIB

Soal Kenaikan Harga Rokok, Produsen: Tunggu Aturan Menkeu

Vadhia Lidyana - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
FOKUS BERITA Cukai Rokok Naik 23%
Jakarta - Hari ini banyak beredar di grup-grup aplikasi pesan singkat, Whatsapp terkait daftar harga rokok dari 42 merek setelah cukai naik. Informasi tersebut dipastikan hoax.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti mengungkapkan, hingga saat ini belum ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menetapkan besaran resmi kenaikan cukai rokok.

"Saya ndak tahu ya. Karena kita kan hanya tahu Bu Menteri mengatakan kenaikan cukainya sekian persen, tapi PMK-nya sampai sekarang belum ada jadi kita ndak tahu," kata Moefti ketika dihubungi detikcom, Kamis (3/10/2019).


Ia menegaskan, hingga saat ini Gaprindo belum mengetahui besaran pasti kenaikan cukai rokok.

"Ya nggak tahu, kenaikannya kan belum tahu. Pemerintah hanya menyatakan kenaikannya sekian persen rata-rata, tapi kita kan belum tahu tetapnya berapa persen," tegasnya.

Perlu diketahui, mulai tahun 2020 pemerintah akan menaikkan cukai rokok sebesar 23%. Sehingga, harga jual eceran (HJE) rokok naik sebesar 35%.

Sebelumnya Corporate Communications Manager PT Djarum Budi Darmawan menegaskan bahwa informasi tersebut hoax.

"Yes. Pasti hoax," tuturnya

(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com