Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Okt 2019 17:23 WIB

Pupuk untuk Petani di Jateng Dijamin Aman

Ragil Ajiyanto - detikFinance
Ilustrasi sawah/Foto: kementan Ilustrasi sawah/Foto: kementan
Boyolali - Menghadapi musim tanam Oktober 2019 - Maret 2020, PT Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi secara berlipat untuk menghadapi lonjakan permintaan petani. Realisasi penyaluran di wilayah Boyolali hingga tanggal 4 Oktober 2019 sudah mencapai 105%.

Manager Humas PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan, mengatakan untuk wilayah Jawa Tengah pihaknya menyalurkan 4 jenis pupuk bersubsidi. Yaitu ZA, SP-36, NPK Phonska dan Petroganik. Sedangkan untuk pupuk Urea disuplai dari PUSRI.

"Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Boyolali, hingga 4 Oktober 2019, sudah 105 persen," kata Muhammad Ihwan, kepada para wartawan di Boyolali, Selasa (8/10/2019).

Alokasi sampai dengan 4 Oktober 2019 lalu, untuk keempat jenis pupuk tersebut di Boyolali sebanyak 22.107 ton. Sedangkan realisasi penyalurannya sudah 23.115 ton dan stoknya sebanyak 2.794 ton.

Sedangkan untuk di wilayah Jawa Tengah, lanjut dia, total alokasi hingga 4 Oktober 2019 sebanyak 615.355 ton. Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi tersebut sebanyak 621.474 ton. Sedangkan stoknya sebanyak 98.989 ton.

"Sudah 101 persen (pupuk bersubsidi dari PT Petrokimia Gresik) tersalurkan di Jateng. Artinya menyambut musim tanam Okmar (Oktober - Maret 2019-2020) ini hampir mustahil kalau dikatakan pupuk langka," ujar Muhammad Ihwan.


Menurut dia, pupuk langka itu hanya mitos. Karena yang terjadi bukan kelangkaan, tetapi kekurangan pupuk bersubsidi. Hal ini karena alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah belum memenuhi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani.

Disebutkan, sesuai RDKK 2019 di seluruh wilayah Indonesia sebanyak 13,18 juta ton. Namun alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun 2019 berdasarkan Permentan No. 47 tahun 2018 sebanyak 8,87 juta ton.

"Artinya ada kekurangan sekitar 4 sampai 5 juta ton. Kekurangan inilah yang sering dipersepsikan pupuk ini langka," jelas dia.

Ihwan menyatakan, PT Petrokimia Gresik menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi menyambut musim tanam Oktober 2019 - Maret 2020 ini. PT Petrokimia Gresik menyiapkan stok sebanyak 787.280 ton atau 4 kali lipat dari ketentuan minimum pemerintah sebanyak 188.018 ton.

Rinciannya, pupuk Urea sebanyak 47.776 ton, ZA sebanyak 138.690 ton, SP-36 sebanyak 197.814 ton, NPK Phonska sebanyak 342.834 ton dan Petroganik sebanyak 60.168 ton.

Sedangkan untuk pendistribusiannya berpedoman pada Permendag No 15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Dimana salah satu ketentuan adalah stok pupuk bersubsidi harus tersedia untuk memenuhi kebutuhan petani hingga dua minggu ke depan.

"Namun sebagai langkah antisipasi kemungkinan lonjakan permintaan, maka Petrokimia Gresik meningkatkan ketersediaan stok pupuk bersubsidi tiga hingga empat kali lipat. Kami memastikan penyaluran pupuk subsidi lancar sesuai alokasi yang ditetapkan Pemerintah," tandasnya.




Simak Video "Mentan Copot Distributor Pupuk Nakal Saat Panen Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com