Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 18 Okt 2019 16:51 WIB

Jabar Incar Peluang Maraknya Relokasi Pabrik dari China

Mukhlis Dinillah - detikFinance
Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Foto: baban/detikcom Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Foto: baban/detikcom
Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengaku berupaya mengambil kesempatan maraknya relokasi industri dari China. Pemprov Jabar menawarkan keringanan pajak bagi para investor yang ingin memindahkan pabriknya dari China ke wilayahnya.

"Jabar sedang mengambil kesempatan terjadinya relokasi industri dari Tiongkok ke Asia Tenggara," kata RK kepada wartawan di sela-sela kegiatan West Java Investment Summit di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (18/10/2019).

Ia menuturkan ada sekitar 70 ribu perusahaan Taiwan di China. Dari jumlah itu, separuhnya berencana pindah ke negara-negara Asia Tenggara, terutama Vietnam.

"Setengahnya akan pindah ke Asia Tenggara, tapi mereka larinya banyak ke Vietnam. Nah ini membuat presiden bertanya-tanya," jelas dia.


Melihat kondisi itu, ia akan berusaha memasarkan Jabar sebagai salah satu tempat terbaik untuk berinvestasi di Asia Tenggara. Salah satunya dipasarkan lewat tawaran kerja sama vokasi dan riset. Bentuknya bisa berupa keringanan pajak bagi industri.

"Ada rencana bila industri membuka vokasi seperti teaching factory di pabriknya, ada pembebasan pajak sampai 200%. Sementara, kalau mengembangkan riset bisa sampai 300%," ujar RK.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menjamin perizinan usaha di Jabar dipermudah. Hal ini sebagai garansi kenyamanan investor berbisnis di Jabar.



Simak Video "Secuil Kritik Ridwan Kamil untuk Periode Pertama Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(mud/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com