Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 30 Okt 2019 13:15 WIB

Pesawat Militer Made in Bandung Bakal Wira-wiri di Atas Himalaya

Mochamad Solehudin - detikFinance
Pesawat buatan PTDI pesanan Nepal/Foto: Mochamad Solehudin/detikcom Pesawat buatan PTDI pesanan Nepal/Foto: Mochamad Solehudin/detikcom
Bandung - PT Dirgantara Indonesia (DI) mengirimkan (ferry flight) satu unit pesawat CN235-220 ke Nepal. Pesawat karya anak bangsa itu dipesan untuk memenuhi kebutuhan militer negara di kaki pegunungan Himalaya itu.

Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro menuturkan, pada 16 Juni 2017 pihaknya melakukan penandatanganan kontrak pengadaan satu unit pesawat dengan Angkatan Darat Nepal. Sejak saat itu pihaknya mulai memproduksi pesawat sesuai dengan pesanan dan selesai tepat waktu.

"Berdasarkan kontrak dengan Angkatan Darat Nepal Juni tahun 2017, alhamdulillah kita selesaikan tepat waktu sehingga hari ini bisa kita deliver ke Kathmandu," katanya, di sela kegiatan ferry flight, di Hanggar Fixed Wing PT DI, Kota Bandung, Selasa (30/10/2019).


Dia menjelaskan, pesawat CN235-220 dikirim ke Kathmandu dengan cara diterangkan langsung oleh Kapten Esther Gayatri Saleh sebagai Test Pilot In Command dan Flight Instructor (acting as Chief of The Mission) dan Kapten Ervan Gustanto sebagai co-pilot.

"Kita deliver ferry flight ke Kathmandu melalui (rute) Medan, Yangoon, Dhaka setelah itu ke Kathmandu," ucapannya.

Pesawat CN235-220 merupakan pesawat multirole dengan daya angkut sebanyak 48 penumpang dan dapat digunakan beberapa misi. Mulai dari misi pengintaian, patroli maritim dan angkutan bersenjata.

Selain itu, pesawat ini juga bisa difungsikan untuk beberapa hal. Mulai dari angkutan pasukan, cargo, evakuasi medis, VIP, angkutan penumpang, patroli dan lainnya.

"Memang Napalese Army ini pesan dengan beberapa tipe. Komponen untuk beberapa tipe sudah kita kirimkan," katanya.


Dia menambahkan, program ekspor pesawat CN235-220 Military Transport ini pendanaannya dibantu oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Dengan skema pembiayaan National Interest Account (NIA).

Penggunaan skema NIA dari LPEI ini merupakan penugasan khusus dari Kementerian Keuangan untuk penyediaan pembiayaan ekspor pesawat udara. LPEI turut mendukung PT DI dalam melakukan penetrasi pasar di kawasan Afrika dan Asia Selatan.

Simak Video "Maraton Ekstrem di Pegunungan Annapurna, Berani?"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com