ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Nov 2019 07:16 WIB

Mengapa RI Masih Rajin Impor Garam?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Amir Baihaqi Foto: Amir Baihaqi
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebutkan keputusan impor garam industri adalah suatu keterpaksaan.

"Impor itu suatu keterpaksaan. Jika Anda lihat kalau ada impor itu terpaksa," ujar Edhy usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Lantas, apa faktor penyebab keterpaksaan impor garam industri tersebut? Menurut Edhy, produksi garam dalam negeri dinilainya belum mampu memenuhi kebutuhan industri baik dari kualitas maupun kuantitas.

"Terus terang kalau dari kebutuhan nasional, kemampuan kita untuk melakukan produksi garam masih sangat baru setengahnya, mungkin kurang dari setengahnya," jelas Edhy usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Selain itu, masih ada jenis garam yang belum diproduksi di RI namun dibutuhkan untuk industri. Misalnya garam dengan kandungan chlor alkali plant yang digunakan untuk bahan baku industri aneka pangan dan industri soda kostik.

"Dan ada di produksi dalam negeri kita yang memang mungkin tidak ada produksi. Misalnya garam yang mengandung chlor alkali plant itu kita belum ada," papar dia.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com