Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 10 Nov 2019 16:20 WIB

Omzet Perajin Pacul Anjlok Hampir 50% Gara-gara Impor

Sudirman Wamad - detikFinance
Foto: Sudirman Wamad - detikcom Foto: Sudirman Wamad - detikcom
FOKUS BERITA Balada Pacul Impor
Cirebon - Maraknya impor produk alat pertanian seperti pacul atau cangkul, membuat perajin alat pertanian di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengalami penurunan penjualan.

Salah seorang perajin pacul, Carlim mengeluhkan adanya kebijakan alat pertanian impor, termasuk pacul. Semenjak adanya kebijakan impor pacul, Carlim mengaku penjualan pacul hasil produksinya mengalami penurunan.

"Sejak ada impor itu memang menurun, ya sedikit lah. Biasanya sebulan itu terjual 150 kodi, tapi pas ada impor jadi sekitar 80 kodi sebulannya," kata Carlim saat ditemui di tempat produksinya di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/10/2019).

Carlim mengaku sudah 30 tahun memproduksi pacul. Pacul hasil produksi Carlim dijual ke berbagai daerah.


"Ya paling banyak di Jawa, ada di Indramayu, Banten, Cirebon dan sekitarnya. Pernah juga ke Sumatera, Lampung dan lainnya," kata Carlim.

Untuk harga pacul produksi hasil produksi Carlim dibanderol dari mulai harga Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu per kodinya. "Harganya ditentukan sama ukuran, paling kecil ya Rp 200 ribu per kodinya," ucap Carlim.

Carlim berharap pemerintah bisa mengendalikan maraknya impor produk alat pertanian. Sebab, Carlim mengaku kondisi demikian dapat merugikan produksi alat pertanian lokal.

Selain itu, lanjut Carlim, modernisasi alat pertanian juga menjadi salah satu faktor menyusutnya penjualan produk lokal. "Ya bukan cuma pacul, ada alat lainnya. Alat pemotong padi yang impor juga berpengaruh, yang modern-modern itu," ucapnya.


Saat ini Carlim memiliki empat karyawan. Dalam sehari Carlim mengaku bisa menghasilkan 100 buah pacul. Selain membuat pacul, rumah produksi Carlim juga membuat sejumlah alat pertanian lainnya seperti arit, golok, pedang dan lainnya.




Simak Video "Jokowi Malu Pacul Masih Impor, Sandiaga: Ironis Memang"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
FOKUS BERITA Balada Pacul Impor
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com