Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 10 Nov 2019 21:18 WIB

Jika Impor Ditutup, Bisakah Produsen Pacul RI Penuhi Kebutuhan?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menyinggung masih adanya produk impor pacul yang bahkan jumlahnya tambah besar. Kementerian Perindustrian juga telah meminta secara langsung kepada Kementerian Perdagangan untuk menyetop impor cangkul.

Kementerian Perindustrian meminta hal itu, lantaran yakin industri produsen cangkul Indonesia bisa memenuhi kebutuhan pacul dalam negeri jika pintu masuk pacul impor ditutup.

"Ya kalau kapasitas produksinya ditingkatkan, ya pasti bisa bertambah, pada prinsipnya cangkul bisa dibuat di dalam negeri, yang penting ada pasar kalau ada pasar pasti bisa," kata Direktur Jenderal IKM dan Aneka, Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih kepada detikcom, Minggu (10/11/2019).


Menurut data Kementerian Perindustrian kebutuhan pacul dalam negeri sekitar 10 juta per tahun. Namun itu merupakan data 2016.

Sementara menurut data terakhir produsen industri dalam negeri hanya bisa menyuplai 3 juta per tahun terdiri dari 500 ribu IKM dan 2,5 industri besar.

Meski terlampau jauh, Gati yakin produsen pacul Indonesia bisa meningkatkan produksinya hingga sesuai kebutuhan. Lagi pula jika benar-benar impor ditutup artinya ada potensi pasar yang besar di industri cangkul.

"Lagi pula 10 juta per tahun itu data 2016 sebenarnya. Harus di data lagi. Kalau soal kualitas, kita sudah uji. Kualitas kita nggak jadi masalah, yang jadi masalah harga yang impor lebih murah," tutupnya.



Simak Video "Jokowi Malu Pacul Masih Impor, Sandiaga: Ironis Memang"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com