Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Nov 2019 06:28 WIB

Kemenkeu Ungkap 17 Importir Tekstil Bodong

Vadhia Lidyana - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama dengan satuan tugas (satgas) kementerian/lembaga (K/L) terkait menemukan 17 perusahaan tak valid yang termasuk dalam daftar penerima kuota impor tekstil.

"Kami telah membentuk satgas khusus, ini di samping nanti ada juga satgas yang sinergis dengan K/L terkait, kita telah melakukan uji eksistensi ke lapangan. Jadi kita cek perusahaan-perusahaan yang disebutkan mendapatkan kuota, baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil dan menengah," kata Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi dalam konferensi pers APBN KiTa, di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Temuan tersebut berasal dari 179 perusahaan yang memiliki kuota impor tekstil dan telah dilakukan pemeriksaan.

"Kita lakukan cek ke 179 perusahaan. Dan kita telah menyimpulkan bahwa ternyata 17 perusahaan tidak valid," ungkap Heru.

Dari 17 perusahaan yang ditemukan Kemenkeu sebagai importir tekstil yang tidak valid, di antaranya terhadap perusahaan 'bodong' atau fiktif, perusahaan yang tidak melakukan kegiatan sama sekali, perusahaan yang sudah diblokir, dan perusahaan yang pindah alamat namun tak melaporkannya.

"Ada beberapa yang fiktif, perusahaan tidak ditemukan, kemudian juga ada beberapa perusahaan yang tidak melakukan kegiatan sama sekali yang kita khawatirkan ini adalah mengenai validitas dari pada kuota, kemudian ada satu yang sudah terblokir, ada satu yang sudah pindah alamat tapi tidak lapor," jelas Heru.

Sebanyak 17 perusahaan tersebut secara resmi sudah diblokir pemerintah dengan melakukan pemeriksaan administratif, dan juga kepatuhannya membayar pajak.

"Tentang 17 perusahaan ini sebagai tambahan dari blokir yang sebelumnya sudah dilakukan. Jadi bea cukai dengan pajak melakukan verifikasi terkait dengan kepatuhan pajak, kita rekonsiliasi antara dokumen bea cukai dan dokumen pajak. Kita sudah lakukan blokir sebanyak 109 perusahaan," papar dia.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com