Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Des 2019 12:05 WIB

Eropa Berani Tolak Sawit RI? Kita Batalkan Saja Pesanan Airbus

Tim detikcom - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Febri Angga Palguna Foto: Febri Angga Palguna
FOKUS BERITA Sawit RI Ditolak Eropa
Jakarta - Kisruh penolakan sawit Indonesia oleh Uni Eropa masih berjalan. Indonesia harus diam saja?

"Kami ingatkan, Indonesia is the biggest buyer Airbus dan masih ada order 200 unit pesawat. Jadi kami jalan keluar terkait masalah biodiesel di Eropa," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Pernyataan ini terdedahkan usai Airlangga mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima kunjungan delegasi Dewan Bisnis Uni Eropa - ASEAN (EU - ASEAN Business Council). Presiden bahkan menegaskan tidak akan tinggal diam menyikapi perlakuan Uni Eropa terhadap komoditas ekspor andalan Indonesia, sawit atau minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

"Tentunya, Indonesia tidak akan tinggal diam dalam menyikapi diskriminasi ini," kata Jokowi dalam kesempatan itu.

Airlangga pun melanjutkan, "mereka [Eropa] mendorong CEPA [Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa], tapi saya sampaikan bahwa sawit diskriminasi, terutama untuk biofuel, di mana market Indonesia di Eropa US$ 650 juta dan [kerja sama] perdagangan kita di Eropa US$ 31 miliar."

Produk sawit Tanah Air memang kena diskriminasi di Uni Eropa. Pemerintah tak tinggal diam dan akan ambil langkah.

Nah, apakah ancaman tentang Airbus mampu meningkatkan bargaining position Indonesia?

Hubungan dagang antara Indonesia dan Eropa tengah dilanda masalah lantaran negosiasi perdagangan bebas masih berjalan alot perihal diskriminasi produk kelapa sawit Indonesia oleh Uni Eropa.

Dalam pertemuan itu, di depan para pengusaha kawasan benua biru, Airlangga mengaku tidak ingin hubungan kerja sama dagang kedua negara terbelah, hanya karena persoalan diskriminasi sawit.

"Jadi jangan sampai US$ 650 juta itu mengganggu bilateral dengan EU," kata Airlangga sembari menegaskan bahwa Indonesia adalah salah satu konsumen terbesar Airbus, pabrikan pesawat milik Eropa yang berbasis di Blagnac, dekat Kota Toulouse, Prancis.

Pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu memang sempat berbalik mengancam Uni Eropa untuk menyetop pembelian Airbus atas diskriminasi yang dilakukan terhadap komoditas sawit.

Berapa pesanan Airbus oleh Indonesia? Lihat di halaman selanjutnya.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com