Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Des 2019 14:17 WIB

Pasokan Gas Minim, Pabrik Pupuk Terancam Tak Beroperasi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Ardan Adhi Chandra Ilustrasi/Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Pabrik pupuk di Indonesia terancam tak bisa beroperasi akibat sedikitnya pasokan gas untuk industri. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dalam rapat dengar pendapat (RDP) di komisi VII DPR RI.

Aas menjelaskan hal ini terjadi karena mayoritas kontrak gas pada entitas anak akan berakhir pada 2021-2022 dan belum mendapat kontrak selanjutnya.

"Industri pupuk itu memerlukan pasokan gas dalam jangka panjang. Ini 2-3 tahun, jadi kami harapkan bisa jangka panjang," kata dia di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (5/12/2019).


Dia menjelaskan ada tiga dari lima perusahaan yang mengalami defisit pasokan gas industri tahun ini, antara lain PT Pupuk Iskandar Muda dengan defisit gas sebesar 80 million standard cubic feet per day (MMSCFD), PT Pupuk Kujang 10 MMSCFD, dan PT Petrokimia Gresik 12 MMSCFD.

PT Petrokimia Gresik mengalami defisit sebesar 12 MMSCFD, tahun depan defisitnya diprediksi turun menjadi 8 MMSCFD. Ia menuturkan Petrokimia Gresik memiliki kontrak jangka panjang dengan Husky CNOOC Madura Limited (HCML), namun belum efektif karena masih terdapat perbaikan pada HCML.

Di sisi lain, ia bilang tidak terdapat permasalahan pada pasokan di PT Pusri Palembang dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim). Dari catatan perseroan, Pusri Palembang mengalami surplus sebesar 35 MMSCFD pada 2019, dan masih diramal surplus hingga 2023. Akan tetapi, Pusri Palembang belum mendapatkan alokasi gas, sehingga diprediksi mengalami defisit pada 2024.

"Mungkin 2024 kalau ini tidak dipenuhi pabrik yang ada di Pusri Palembang semua akan terhenti," ucapnya.

Klik halaman selanjutnya >>>
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kesal Gas Mahal, Jokowi: Saya Mau Ngomong Kasar"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com