Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Des 2019 15:42 WIB

Bahas Impor Baja, DPR Panggil Kemendag dan Kemenperin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikcom
Jakarta - Komisi VI DPR RI memanggil Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Undangan ini dilakukan untuk membahas impor baja di Indonesia.

Komisi memanggil Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag dan Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin.

Rapat dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Anggota Komisi VI Fraksi Gerindra M. Hekal yang menjadi pimpinan rapat membuka rapat, dan menyatakan rapat dibuka untuk umum.


"Rapat saya buka, dan terbuka untuk umum," kata Hekal di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Sebelumnya, anggota Komisi VI Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan pentingnya harmonisasi regulasi dalam dunia baja nasional. Dia sempat menyinggung Permendag 22 tahun 2018 justru malah mempermudah produk baja Tiongkok masuk ke dalam negeri.

"PR besar kita adalah regulasi bukan sekedar masuknya investasi asing. Regulasi yang ada antar kementerian seringkali tumpang tindih. Saya contohkan pada Industri baja, di mana kita ingin agar industri baja kita kuat tetapi ternyata ada Permendag 22/2018 yang mempermudah impor baja dari Tiongkok. Percuma kita melakukan restrukturisasi besar-besaran hingga Rp 40 triliun pada Krakatau Steel bila regulasi tidak mendukung," Jelas Andre lewat keterangan tertulis.



Bahas Impor Baja, DPR Panggil Kemendag dan Kemenperin


Simak Video "Perahu Baja di Bengawan Solo Diduga Angkut Serdadu Zaman PD I"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com