Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Des 2019 08:20 WIB

Ekspor Sawit Kena Pungutan Lagi Tahun Depan

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi kelapa sawit. Foto: DW (News) Ilustrasi kelapa sawit. Foto: DW (News)
FOKUS BERITA Sawit RI Ditolak Eropa
Jakarta - Pemerintah pada September lalu memutuskan untuk menunda pemungutan ekspor sawit dan produk turunannya. Alasan ditundanya pungutan untuk mengantisipasi jatuhnya harga CPO.

Namun telah diputuskan bahwa pungutan ekspor akan kembali diberlakukan mulai Januari 2019.

Pemerintah menetapkan pungutan ekspor sawit US$ 50 per ton, dengan catatan harga CPO yang berlaku di atas US$ 619 per ton. Namun bila harga di bawah US$ 619 dan di atas US$ 570 per ton, pungutan ekspor yang dikenakan hanya separuhnya, atau US$ 25 per ton.

Pungutan ekspor sawit akan dilakukan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

"Penghimpunan dananya sudah tahu semua selama 2019 kan nol. Tadi juga rapat di Kantor Menko (Menko Perekonomian) tadi sesuai Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan) yang terakhir, mulai 1 Januari harusnya kita sudah mulai menghimpun dana lagi," kata Direktur Utama BPDPKS Dono Boestomi di Four Points, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).

Pihaknya masih menunggu harga referensi yang bakal ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Menurut dia, Kemendag biasanya mengeluarkan referensi tarif di kisaran tanggal 20 tiap bulannya.

"Jadi nanti kita tunggu saja. Biasanya angka referensi dari Kemendag itu keluarnya sekitar tanggal 20 kalau nggak salah, tanggal 20 (Desember) nanti berapa (tarif) yang 1 Januari," jelasnya.

Setelah Kemendag mengeluarkan angka referensi harga sawit, BPDPKS akan langsung menyurati pihak-pihak terkait.

"Jadi nanti begitu kami terima kami langsung akan menyurati pihak-pihak terkait utamanya Bea Cukai, yang kedua tentu pengusaha-pengusaha yang akan melakukan ekspor produk-produk sawit dan turunannya," tambahnya.

Nanti dana hasil pungutan akan disimpan di mana?
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tak Penuhi Standar, Thailand Kembalikan 25 Kontainer Kelapa RI "
[Gambas:Video 20detik]
FOKUS BERITA Sawit RI Ditolak Eropa
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com