Kaleidoskop 2019

RI Mulai 'Angkat Senjata' Lawan Diskriminasi Sawit di Uni Eropa

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 29 Des 2019 13:20 WIB
Foto: detik

3. Eropa Diskriminasi Sawit RI, Airlangga Ingatkan Soal Airbus

Pada 28 November 2019 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi Uni Eropa-ASEAN di Istana Merdeka, Jakarta. Sebagai pendamping Jokowi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan pada delegasi Uni Eropa tentang diskriminasi kelapa sawit di benua biru tersebut.

Airlangga sendiri mengingatkan UE agar berhati-hati atas tindakannya, karena Indonesia merupakan pembeli terbesar pesawat Airbus yang merupakan produksi Eropa.

"Kami ingatkan Indonesia the biggest buyer Airbus dan masih ada order 200 unit pesawat," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Perlu diketahui, total order pesawat Airbus dari Indonesia hingga Oktober 2019 mencapai 313 unit sedangkan total delivery mencapai 95 unit. Indonesia menyumbang 5,7% dari total order di kawasan Asia Pasifik.

Dari total pemesanan tersebut, maskapai penerbangan Citilink memesan 25 unit, Garuda 58 unit dan terbanyak Lion Air 230 unit.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menceritakan produk kelapa sawit Indonesia terus menerima diskriminasi dari perusahaan-perusahaan Eropa. Bahkan, data dan penjelasan mengenai kelapa sawit tidak mendapatkan perhatian dari Uni Eropa.

"Tentu saja, Indonesia tidak akan tinggal diam dengan diskriminasi ini. Negosiasi tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia UE akan berlanjut. Minyak kelapa sawit tentu akan menjadi bagian darinya," kata Jokowi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5 6


Simak Video "Ibu yang Curi 3 Tandan Sawit di Rohul Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]