Bikin Pabrik Mobil Listrik di RI, Hyundai Mulai Guyur Rp 10,5 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 27 Jan 2020 11:32 WIB
Foto: Luthfi Anshori
Jakarta -

Kerja sama pembuatan pabrik kendaraan listrik antara Indonesia dan Korea Selatan terus berlanjut. Kepala BKPM Bahlil Lahaladia menegaskan pembangunan pabrik ini akan dilakukan tahun ini.

Bahlil kemudian menjelaskan bahwa akan ada dua tahap pembangunan pabrik Hyundai senilai US$ 1,5 miliar atau berkisar Rp 21 triliun (kurs Rp 14.000).

Yang pertama pembangunan dilakukan awal tahun ini lalu selesai pada tahun 2021. Tahap ke dua akan dilanjutkan pada tahun 2021 pembangunannya.

"Jadi sudah ada US$ 1,5 miliar pembangunan pabrik Hyundai dua tahap. Awal 2020 tahap satu, nanti target 2021 produksi. Tahap duanya 2021 mulai," kata Bahlil ditemui di Terminal III Bandara Soetta, Tangerang, Senin (27/1/2020).

Dia menjelaskan hingga kini pihak Hyundai sudah menyuntikkan investasi sebesar US$ 750 juta atau sekitar Rp 10,5 triliun untuk pembangunan tahap pertama pabriknya. Sisanya, akan turun pada pembangunan tahap berikutnya.

"US$ 750 juta realisasi tahun ini ya, buat pabrik aja. Sisa investasinya masuk lagi sisanya di pabrik tahap dua," jelas Bahlil.

Bahlil juga sempat mengatakan bahwa Korea pun menambah komitmen investasinya sebesar US$ 500 juta. Nantinya, investasi ini akan digunakan untuk membangun jaringan dealer mobil Hyundai.

"Yang US$ 500 juta itu untuk bicara tentang jaringan dealernya. Itu baru. Kan US$ 1,5 miliar itu buat bangun pabrik aja," jelas Bahlil.



Simak Video "Mobil Listrik Termurah! Fiturnya Sangat Memuaskan "
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)