Pekerja RI Diganti Robot? Luhut: Belum Sampai Situ

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Jan 2020 22:45 WIB
Tim Sukses Jokowi-JK, Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan, menjadi nara sumber diskusi yang diadakan oleh Yehuda Gospel Ministry di Kelapa Gading Trade Center, Jakarta Utara, Kamis (19/6/2014) malam. Ia pun berbicara mengenai sosok capres Prabowo Subianto.
Foto: Herianto Batubara
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyinggung soal tergesernya tenaga kerja manusia dengan robot. Bahlil menilai kemajuan teknologi sudah banyak menggantikan manusia untuk bekerja.

Berbeda dengan Bahlil, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ancaman robotik belum besar. Menurutnya, tenaga kerja Indonesia hanya butuh training alias pelatihan keterampilan saja.

"Belum sampai situ kok. Ya tapi kita harus training," kata Luhut ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Menurutnya selama ini memang ada yang salah dengan sumber daya manusia di Indonesia. Masalahnya adalah Indonesia kekurangan lembaga pendidikan vokasional yang berkualitas.

"Memang salah kita selama ini. Berpuluh tahun kita nggak punya politeknik yang berkualitas," kata Luhut.

Nyatanya, memang kini banyak pekerjaan yang sudah digantikan oleh teknologi. Sebut saja perbankan, kini mau mengambil uang bahkan menyimpan uang pun bisa lewat mesin ATM. Padahal, dahulu hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh para pegawai bank.

BKPM sendiri mencatat, Indonesia berhasil menyerap investasi senilai Rp 809,6 triliun sepanjang 2019. Namun itu hanya mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi 1.033.835 orang.

Sebelumnya pun Bahlil heran mengapa investasi sebesar itu hanya mampu menyerap tenaga kerja sebesar 1 jutaan orang saja. Dia menyebut hal tersebut disebabkan oleh kemajuan teknologi yang menggeser pekerjaan manusia.

"Itu kemajuan teknologi. Dan ini tidak bisa kita hindari hal ini, bahwa tenaga kerja manusia sekarang sudah banyak digantikan oleh teknologi. Jadi kenapa kemudian investasi Rp 809,6 triliun itu hanya mampu menyerap tenaga kerja kurang lebih 1,1 juta," kata Bahlil dalam Konferensi Pers di kantornya, Jakarta Selatan.



Simak Video "Luhut: Laju Penyebaran Covid-19 Menurun 7 Hari Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)