Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Feb 2020 15:44 WIB

Holding BUMN Farmasi Mau Buat Alat Pendeteksi Virus Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Wabah virus corona telah ditetapkan oleh WHO sebagai darurat global. Para ilmuwan di berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin dari virus itu Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

BUMN holding farmasi yang baru terbentuk fokus membuat alat pendeteksi virus corona. Holding BUMN Farmasi ini terdiri dari PT Bio Farma (Persero) selaku induk, PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indonesia Farma (Indofarma) Tbk.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan manajemen holding tidak akan membuat vaksin corona melainkan lebih mengutamakan pembuatan alat pendeteksi virus terlebih dahulu.

"Sampai saat ini rencana pembuatan vaksin tidak, karena untuk membuat vaksin ini tidak sebentar, tapi bagaimana untuk mencegah terlebih dahulu," kata Honesti saat acara press conference Holding BUMN Farmasi di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dia menceritakan, pembuatan vaksin membutuhkan waktu hingga 15 tahun, sehingga pihak holding BUMN farmasi pun tidak mengutamakan pembuatan vaksin namun memilih kepada alat pendeteksi virus corona.

"Kalau kita bicarakan bikin vaksin normal itu lumayan lama, itu butuh waktu 15 tahun dari nol. Makanya kita harus bersinergi dengan lembaga riset sehingga tidak dari nol," ujar dia.

Meski demikian, Honesti meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak panik terhadap virus corona yang ramai belakangan ini. Menurut dia salah satu obat mujarab untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menjaga daya tahan tubuh.

"Tidak ada yang punya vaksin. Intinya selama menjaga daya tahan tubuh tidak akan, menjaga pola hidup tidak begadang. Karena yang kena itu karena fisiknya turun," ungkapnya.

"Kita tidak berhenti untuk mencari antivirus itu, kita sedang ngobrol dan mencari alat deteksinya dulu, karena kita tidak menyatakan langsung tanpa alat deteksi dini, kita juga sudah bicara dengan Kemenkes. Mudah-mudahan Indonesia tidak ada yang diklaim," tambahnya.

Sebelumnya, dengan terbentuknya holding farmasi itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir langsung meminta perusahaan farmasi pelat merah segera melakukan riset untuk membuat vaksin corona.

"Pak Erick mendorong Bio Farma dan kawan-kawan untuk mencarikan atau melakukan riset secepatnya untuk (ciptakan) vaksin, mana tahu kita punya tumbuh-tumbuhan yang bisa dipakai untuk melawan ini (Virus Corona)," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Tak hanya itu, lanjut Arya, Kementerian BUMN juga meminta rumah sakit milik perusahaan plat merah meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanannya demi mencegah penyebarluasan virus ini.

"Rumah sakit yang dipunyai BUMN harus antisipasi kalau ada pasien yang tersuspect corona," sambungnya.



Simak Video "Tembus 1.800 Orang Tewas Akibat Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com