Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Feb 2020 13:05 WIB

Sudah Berapa Izin Impor Gula Rafinasi yang Dikeluarkan Mendag?

Danang Sugianto - detikFinance
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal menunjukkan gula rafinasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/5/2015). polisi menyita barang bukti berupa 60 ton gula rafinasi, alat mesin jahit karung, 1 unit timbangan duduk, 5 buah pipa untuk cek isi karung, 1 buah serokan, 5 buah takaran, 24 lembar karung kosong, 2 unit truk tronton yang mengangkut gula rafinasi dan surat jalan. Agung Pambudhy/detikcom. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Perdagangan memastikan impor gula rafinasi sudah terbuka. Pemerintah sudah memberikan izin impor separuh dari total kebutuhan gula rafinasi di semester I tahun ini

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

"(Impor gula) rafinasi sudah keluar, sudah keluar semua," tuturnya.

Agus mengatakan impor gula rafinasi tahun ini totalnya sekitar 3 juta ton. Izin yang sudah dikeluarkan sendiri sudah mencapai separuhnya dari kebutuhan semester I tahun ini.

"Setahun itu kurang lebih 3 juta ton, tahun ini sudah keluar sampai 6 bulan ke depan separuhnya," tuturnya.

Sebelumnya Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan izin persetujuan impor (PI) raw sugar alias rafinasi kini telah disetujui oleh Menteri Perdagangan. Tercatat 8 perusahaan telah mendapat izin impor gula dari Kemendag.

"Jadi Mendag sudah menyetujui izin impor atas rekomendasi dari perindustrian, hari ini 8 perusahaan rafinasi sudah mendapatkan izin, kemungkinan yang lainnya menyusul karena masih dalam croscheck," ujar Adhi saat dihubungi detikcom, Jumat (31/1/2020).

Namun, setelah persetujuan impor ini diberikan. Masih belum jelas kapan pasokan impor gula itu dilakukan. Mengingat sebelumnya kata Adhi pasokan gula biasa yang ada sekarang hanya mencukupi hingga dua minggu ke depan.

Adhi menilai kebutuhan gula industri untuk makanan dan minuman saat ini dibutuhkan sekitar 3,2 juta ton per tahun. Sementara, produksi lokal hanya berkisar di angka 2 juta per tahun.



Simak Video " Efek Panic Buying Bikin Harga Gula Meroket"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com