Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 20 Feb 2020 14:12 WIB

Mobil hingga Minuman Ringan Kena Cukai, Wamenkeu: Masih Dikaji

Soraya Novika - detikFinance
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara enggan banyak komentar saat dicecar terkait rencana pengenaan cukai terhadap minuman ringan hingga emisi kendaraan bermotor. Suahasil hanya mengatakan rencana itu masih dikaji.

"Itu kan dikaji dulu ya, dikaji dulu," ujar Suahasil saat ditemui di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Begitu pula dengan objek kendaraan bermotor apa saja yang bakal dikenai cukai dan yang tidak. Bahasan rinci soal itu, menurut Suahasil masih dikaji oleh pemerintah.

"Nanti, kita kaji dulu, itu masih dalam pembahasan," tambahnya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Menteri Keuangan mengusulkan objek kendaraan bermotor yang bakal dikenai cukai hanya terbatas pada kendaraan yang menghasilkan emisi karbon dioksida atau CO2. Akan tetapi, dalam rapat tersebut, Sri Mulyani tidak menyebut jenis kendaraan beremisi CO2 apa saja yang bakal dikenai cukai.

Demikian pula dengan minuman berpemanis, meski Sri Mulyani sudah memaparkan cukup rinci produk minuman berpemanis apa saja yang bakal dikenai cukai. Namun, terkait pengaruhnya terhadap penurunan daya beli masyarakat, juga tak dijabarkan secara mendalam dalam rapat tersebut.

"Soal itu (pengaruhnya terhadap inflasi atau daya beli) juga masih kita kaji lagi, nanti kita akan sampaikan," tambahnya.

Meski demikian, Suahasil memastikan keputusan tersebut sudah menimbang berbagai faktor yang tujuannya ialah untuk kebaikan bersama. Serta telah mengikuti peraturan perundang-undangan yang ada.

"Memang ada beberapa jenis barang di perekonomian yang memiliki dampak negatif yang kita sebutnya memiliki eksternalitas negatif. Nah, karena itu memang diamanatkan dalam Undang-Undang, barang-barang yang memiliki eksternalitas negatif, dan kemudian peredarannya, konsumsinya perlu diawasi, dikurangi itu boleh dikenakan cukai," pungkasnya.



Simak Video "Suahasil Nazara dan Jerry Sambuaga ke Istana"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com