Harga Bawang Bombai Bikin Pusing, RI Buka Keran Impor

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2020 14:08 WIB
Harga Bawang Bombai Digoyang Corona
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Kementerian Perdagangan mengatakan akan mengeluarkan izin impor bawang bombai. Kebijakan ini seiring diterbitkannya rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian untuk komoditas bawang bombai.

Impor dilakukan untuk merespons langkanya pasokan bawang bombai. Kelangkaan itu juga menjadi faktor utama meroketnya harga bawang bombai.

"Kita sudah keluarkan izin untuk impor bawang bombai karena baru masuk RIPH-nya, sehingga langsung kita proses," kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Di kesempatan berbeda, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan pihaknya akan menerbitkan izin impor untuk 2 ribu ton bawang bombai. Komoditas itu diimpor dari Selandia Baru.


"Sudah dikeluarkan, 2 ribu ton bawang bombai, yang udah keluar ya (dari) New Zealand," kata pria yang akrab disapa Wisnu ini.

Kembali ke Agus, dia mengatakan meskipun sudah mendapatkan RIPH dan izin impor, pasar tidak langsung dibanjiri bawang bombai. Dia mengatakan impor pun butuh waktu untuk prosesnya.

"Itu memang ketika keluar RIPH-nya tidak serta merta hari itu langsung keluar, kita harus proses beberapa waktu. Tapi pada prinsipnya udah ada yang dikeluarkan," ungkap Agus.

Pasokan bawang bombai di pasar kini sudah sulit, harganya pun melejit. Menurut, Isah, pedagang Pasar Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan bawang bombai di pasar induk, pedagang pun disebut saling berebut.

Isah mengatakan untuk mendapatkan 2 kg bawang bombai saja sangat sulit. Wajar menurutnya, dia menjual dengan harga selangit.

"Susah emang barangnya sejak ada corona, buat dapat sekilo dua kilo juga rebutan. Harga juga tinggi banget dari sananya, wajar aja saya jual mahal," keluh Isah ditemui detikcom, Selasa (10/3/2020).

Isah sendiri menjual bawang bombai hingga Rp 170 ribu per kg. Padahal harga normalnya tidak sampai Rp 50 ribu per kg.



Simak Video "China Dihantui Kasus Impor Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)