Digoyang Corona, Pabrik Elektronik RI Terancam Setop Produksi

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2020 17:30 WIB
Direktur Utama PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK) membuka pabrik mesin sandi pertama di Indonesia, Taman Tekno,  Serpong, Banten, Senin (21/12/2015). Pabrik ini memproduksi beberapa perangkat keras seperti HT anti sadap, jammer, direction finder dan beberapa alat anti sadap lainnya. Semua alat yang diproduksi ini sebagian sudah menggunakan produksi dalam negeri, bahkan perangkat lunaknya sudah 100 % karya anak bangsa.
Ilustrasi/Foto: agung pambudhy
Jakarta -

Ketua Gabungan Elektronika dan Alat-Alat Rumah Tangga ( GABEL) Oki Widjaja mengungkapkan sebagian pabrik elektronik di Indonesia terancam setop beroperasi mulai April 2020. Itu disebabkan habisnya pasokan bahan baku dari China.

Dia menjelaskan, imbas virus corona (Covid-19), produksi bahan baku elektronik di Negeri Tirai Bambu terhenti. Oleh karenanya tidak ada lagi pengiriman ke Indonesia.

"Yang mengkhawatirkan sekali, bila ini benar-benar shipment (pengiriman) dari komponen-komponen (elektronik) itu sampai tidak terjadi sampai akhir bulan ini, pasti kami akan menghentikan produksi, sebagian dari kami akan menghentikan produksi," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa 10 Maret 2020.

Secara kasar, dia memperkirakan sejumlah pabrik elektronik akan berhenti produksi mulai April mendatang karena tak mempunyai sisa bahan baku.

"Mulai April lah kalau saya bisa kasar memperkirakan (pabrik-pabrik elektronik berhenti produksi)," sebutnya.

Dia menjelaskan, para produsen terpaksa harus merumahkan karyawan namun secara bergantian jika bahan baku dari China tidak kunjung datang.

"Mungkin kami akan rolling giliran untuk sebagian dulu yang bekerja, sebagian lagi dirumahkan begitu dan bergantian," tambahnya.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)