Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Mar 2020 13:25 WIB

Kata Pelaku Industri Kreatif soal Potensi SDM di Indonesia

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Djarum Foto: Djarum Foundation
Jakarta -

Industri kreatif menjadi salah satu industri yang disebut-sebut sebagai industri dengan perkembangan cukup pesat. Salah satu pelaku industri kreatif, CEO Kumata Studio, Daryl Wilson mengatakan saat ini dalam 5 tahun terakhir, industri kreatif khususnya animasi sangat berkembang di dunia maupun lokal seiring dengan perkembangan dunia digital.

"Indonesia sekarang dijadikan tujuan sebagai pasar untuk jualan dan pasar untuk Sumber Daya Manusia (SDM). Kita tahu dalam 15 tahun mendatang dapat bonus demografi, usia-usia produktif di tahun mendatang banyaknya minta ampun, berarti itu kan potensi SDM. Tapi kalau kita tidak investasi dari sekarang bagaimana caranya menciptakan SDM yang profesional, disiplin dan juga kreatif, jadi problem. Sehingga kita punya banyak orang tapi banyak pengangguran," ujar Daryl kepada detikcom baru-baru ini.

Dalam acara Maret Festival (Marfest) yang digelar di SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah pada 12-14 Maret 2020 itu, pria yang juga sebagai Ketua Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) ini mengatakan untuk mendorong lahirnya SDM unggul yang berkompeten dan selaras dengan perkembangan dunia digital, perlu adanya pembenahan di sektor pendidikan. Mulai dari kurikulum, standarisasi pengajar, serta diharapkan sekolah-sekolah punya banyak jaringan dengan pelaku industri.

"Terkadang praktisi pendidikan itu nggak tahu apa yang dicari oleh industri itu karena memang mereka sendiri bingung. Ke siapa sih saya harus bertanya. Nah, ini kan berarti sebenarnya ada ketidaktahuan dalam memperoleh informasi ini ke mana. Ini juga jadi PR AINAKI, di mana kita saat ini menaungi perusahaan animasi yang berbadan hukum dan non berbadan hukum, karena masih ada juga yang modelnya bentuk UKM yang belum berbadan hukum," ujar Daryl.

Meski tim studio hanya berjumlah 3 hingga 5 orang, lanjut Daryl, tapi bukan berarti mereka kecil. Mereka juga punya potensi sebagai sumber SDM dan memang sebagai entrepreneur juga untuk membangkitkan industri lokal Tanah Air.

"Nah, biasanya mereka itu masih ngumpet gitu lah dari dunia pendidikan sehingga orang dari sektor pendidikan ini mau ke mana. Misalnya di Kudus ini ada berapa industri studio. Begitu juga dengan kota-kota lainnya yang tidak semua SMK itu tahu yang padahal di lingkungannya sendiri pun sebetulnya ada pelaku industri," ucapnya.

Pihaknya pun menyarankan adanya sebuah wadah untuk mempertemukan antara pelaku industri, sekolah-sekolah dan bahkan juga pihak pemerintah. Sehingga arah dan tujuan antara satu sama lain bisa saling mendukung untuk terciptanya perkembangan industri kreatif Tanah Air.

"Kalau kami dari Asosiasi merekomendasikan ada sebuah platform online-online industri animasi Indonesia yang bisa menghubungkan antara pelaku industri bisa komunikasi, pelaku dengan dunia pendidikan juga bisa berkomunikasi, misalnya ada kebutuhan para pekerja, atau ada training, workshop, ada beasiswa mungkin. Terus jadi wadah antara pelaku industri dengan media juga, karena kita juga butuh media yang bisa menyosialisasikan masalah seperti ini supaya didengar," beber Daryl.

"Terus yang keempat adalah stakeholder dari pemerintahan supaya orang-orang di instansi pun tahu bahwa kondisi industri kita itu realnya seperti apa. Sehingga ketika mereka menelurkan regulasi, kebijakan, atau bantuan yang sesuai dengan grand plan yang dimiliki bersama," imbuhnya.

Sebagai informasi, Marfest digelar oleh SMK Raden Umar Said selama tiga hari sejak 12-14 Maret 2020. SMK Raden Umar Said Kudus adalah 1 dari 16 SMK binaan Djarum Foundation. Di Marfest ini dihadirkan kelas inspirasi, pameran karya pelajar sekolah animasi/SMK RUS, penampilan musik dan peragaan busana.

Program Associate Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, diselenggarakannya Marfest 2020 ini menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja pada Revolusi Industri 4.0. Para siswa diberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki dengan mengikuti Kelas Inspiratif.

"Melalui Kelas Inspiratif ini siswa tidak hanya dibekali teori tetapi juga praktik yang langsung diberikan oleh pemateri yang ahli di bidangnya," ujar Galuh.

Lebih lanjut Galuh menjelaskan, Kelas Inspiratif yang dihadirkan dengan berbagai tema ini bebas diikuti dan dipilih oleh siswa, sesuai dengan minat dan ketertarikannya. Hal ini selaras konsep Merdeka Belajar yang sudah diterapkan di SMK Raden Umar Said Kudus dimana para siswa bebas menentukan materi belajar sesuai dengan ketertarikan siswa.

"Di SMK Raden Umar Said Kudus, penerapan konsep Merdeka Belajar dimulai pada tahun kedua hingga ketiga, sedangkan pada tahun pertama para siswa akan memperoleh pengetahuan umum tentang jurusannya. Konsep Merdeka Belajar ini nantinya akan meningkatkan semangat belajar dan kreativitas siswa karena mereka belajar sesuai dengan passion," tambahnya.



Simak Video "Tonton Blak-blakan Ketua KPAI: Audisi Djarum & Tudingan Eksploitasi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com