Masa Darurat Corona Diperpanjang, Gimana Nasib Industri Makanan?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 17 Mar 2020 17:11 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona hingga 29 Mei 2020. Atas keputusan tersebut, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) harus mempersiapkan diri apabila nantinya ada kebijakan baru yang diberlakukan pemerintah dalam waktu dekat.

Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga Gapmmi Rachmat Hidayat, pengusaha yang tergabung dalam Gapmmi yakin pemerintah tak akan memberi keputusan mendadak terutama yang berpengaruh langsung pada industri, seperti meliburkan kegiatan produksi.

"Kita tentu mendukung pemerintah karena pemerintah pasti memikirkan strategi yang paling optimal bagi kita semua. Nah kalau dampaknya seperti apa, kita yakin pemerintah dalam melakukan suatu inisiatif tidak akan murni dadakan. Kita siap menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah apabila ada suatu inisiatif yang diambil," kata Rachmat ketika dihubungi detikcom, Selasa (17/3/2020).

Ia mengungkapkan, sejauh ini dampak tekanan corona terhadap industru makanan dan minuman hanyalah pasokan bahan baku, terutama impor. Ia meminta, agar pemerintah mempermudah proses pengadaan bahan baku impor. Selama ketersediaan bahan baku aman, ia yakin industri makanan dan minuman bertahan meski diterpa corona.

"Karena kita menghadapi situasi puasa dan lebaran. Produk makanan dan minuman akan lebih besar. Jadi kita berharap kemudahan-kemudahan itu bisa diberikan oleh pemerintah sehingga pelaku usaha bisa bekerja lebih optimal," jelas Rachmat.

Selain itu, Rachmat memastikan kondisi penyebaran corona ini masih mampu diatasi pelaku industi. Termasuk juga dalam konteks mempertahankan pekerja di setiap perusahaan yang bergerak di sektor ini. Ia menegaskan, hingga saat ini tak ada perusahaan anggota Gapmmi yang merumahkan karyawannya.

"Alhamdulillah sampai saat ini belum. Dan kita berharap semoga tidak, semiga krisis ini bisa diatasi bersama-sama. Jadi segala pihak melakukan hal sesuai kapasitas masing-masing untuk berkontribusi agar situasi tetap kondusif," pungkas Rachmat.



Simak Video "Pandemi Corona Merebak, AS Perpanjang Masa Darurat"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)