Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Mar 2020 15:45 WIB

Tekan Harga di Tengah Corona, RI Impor 550.000 Ton Gula

Trio Hamdani - detikFinance
Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020. Impor gula/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan izin impor gula sebanyak 550.000 ton. Hal itu dilakukan untuk menambah pasokan di tengah kenaikan harga secara signifikan. Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto, izin tersebut baru dikeluarkan.

"Akan ditambah izin impor yang baru kami keluarkan yaitu 550 ribu ton," kata dia dalam telekonferensi melalui saluran YouTube BNPB Rabu (25/3/2020).

Dia menjelaskan saat ini, stok gula nasional mengalami penurunan. Oleh karena itu pemerintah merasa perlu melakukan impor untuk menjaga keamanan pasokan.


Di luar kuota 550.000 ton, dirinya menjelaskan pada akhir Maret ini juga akan masuk gula impor 216.000 ton. Masuknya gula impor diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan.

"Gula kami sampaikan memang posisi gula saat ini agak berkurang. Namun kami sudah sampaikan pemerintah sedang melakukan tambahan pasokan di mana akhir bulan ini impor yang sudah kami berikan akan masuk sebanyak 216 ribu ton," jelasnya.

Berdasarkan perhitungan Kemendag, pasokan gula yang ada ditambah impor mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Juni.

"Artinya untuk kebutuhan nasional 1 bulan hanya memerlukan 229 ribu ton. Artinya ini cukup untuk kebutuhan sampai Juni," tambahnya.



Simak Video "Legitnya Nasi Tueh Khas Sibolga!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com