Industri Otomotif RI Bisa Bikin Ventilator?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 06 Apr 2020 15:08 WIB
A medical staff checks on a ventilator of an intensive care unit at a newly inaugurated hospital by the Tamil Nadu state during a government-imposed nationwide lockdown as a preventive measure against the COVID-19 coronavirus, in Chennai on March 27, 2020. (Photo by Arun SANKAR / AFP)
Ilustrasi/Foto: AFP/ARUN SANKAR
Jakarta -

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan industri otomotif di Amerika Serikat (AS) dan Eropa sudah bisa memproduksi ventilator untuk penanganan pandemi virus corona. Apakah industri otomotif dalam negeri bisa?

Dalam rapat kerja (raker) secara virtual bersama Komisi VI DPR RI, Agus menjelaskan pihaknya sudah berbicara dengan pelaku industri otomotif dalam negeri. Ada beberapa faktor yang membuat mereka belum bisa memproduksi ventilator.

"Memang yang kami dapatkan kondisi atau sikon yang ada di Indonesia dan Amerika itu berbeda," kata dia dalam raker yang ditayangkan secara langsung melalui laman resmi DPR RI, Senin (6/4/2020).

Dia menjelaskan industri otomotif di AS bisa bergerak lebih cepat untuk memproduksi ventilator karena bekerja sama dengan industri alat kesehatan yang sudah memproduksi alat tersebut. Sedangkan di Indonesia belum ada industri yang memproduksi ventilator.

"Di Indonesia sangat berbeda karena sayangnya di Indonesia belum ada satupun industri yang memproduksi ventilator, dan oleh sebab itu belum ada blueprint yang tersedia di Indonesia untuk memproduksi ventilator," jelasnya.

Sementara industri alat kesehatan di AS yang selama ini memproduksi ventilator memberikan blueprint-nya kepada industri otomotif. Bahkan mereka menyediakan bahan baku yang dibutuhkan oleh industri otomotif untuk memproduksi ventilator. Di Indonesia belum tentu semua bahan baku sudah tersedia.

"Tentu ada bahan baku yang mungkin juga belum bisa diproduksi di Indonesia seperti komponen elektroniknya," ujarnya.

Selain itu, industri otomotif Indonesia masih berhati-hati untuk mencoba membuat ventilator karena mempertimbangkan kehigienisannya.



Simak Video "Pria Ceko Berhenti dari Pekerjaan Demi Produksi Ventilator Terjangkau"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)