Louis Vuitton, Burberry hingga Chanel Kompakan Produksi Masker

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2020 12:57 WIB
PARIS - JUNE 09:  The Louis Vuitton department store on the Champs-Elysees on June 9, 2008 in Paris, France.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)
Foto: Mike Hewitt/Getty Images
New York -

Sebagai pencipta gaya pada fesyen di dunia, Louis Vuitton, Burberry dan Chanel kini bekerja sama dalam membuat masker dan pakaian pelindung untuk tenaga medis dan pekerja yang berada di gardan terdepan dalam memerangi virus Corona.

Sejak virus Corona mewabah dari Desember tahun lalu, alat pelindung, seperti masker, sarung tangan, dan APD kini langka dan menjadi rebutan banyak pihak.

Louis Vuitton mengatakan dalam postingan di media sosial Instagram, mereka bergabung dalam upaya membuat lebih banyak pasokan untuk melindungi petugas kesehatan. Pihak Louis Vuitton telah membuka pabriknya di Prancis untuk menghasilkan ribuan masker non-bedah untuk pekerja kesehatan.

"Inisiatif ini akan menyumbangkan alat pelindung yang sangat dibutuhkan untuk petugas kesehatan garis depan. Terima kasih kepada ratusan pekerja yang telah mengajukan diri untuk membuat masker ini, serta semua pihak yang berkontribusi dalam memerangi virus Corona," kata pihak Louis Vuitton, dilansir dari CNN, Rabu (15/4/2020).

Louis Vuitton juga mengatakan pihaknya membuat dan menyumbangkan ribuan pakaian rumah sakit untuk enam rumah sakit di Paris yang sangat membutuhkan alat pelindung.

Merek fesyen Inggris, Burberry (BURBY) juga telah membuka kembali pabriknya untuk membuat masker.

Burberry menyatakan siap memaksimalkan jaringannya untuk mempercepat pengiriman 100.000 masker bedah ke UK National Health Service untuk digunakan oleh staf medis.

Dikenal karena mantel ikoniknya, Burberry mengatakan akan menggunakan kembali pabrik paritnya di Castleford, Yorkshire, untuk membuat gaun dan masker non-bedah untuk pasien di rumah sakit Inggris.

Rumah mode Prancis legendaris lainnya, Chanel mengatakan pihaknya berkontribusi juga dalam upaya pembuatan masker non-bedah.


Sejak bulan lalu Chanel sedang menunggu izin untuk penggunaan bahan baku dan prototipe khusus. Jika izin itu sudah keluar para penjahit Chanel yang biasa menjahit produk fesyen mewah, dapat segera mulai membuat APD, dari masker hingga pakaian pelindung.

Menurut Universitas Johns Hopkins, kini virus Corona telah menginfeksi lebih dari 1,9 juta orang dan menewaskan sedikitnya 119.000 orang di seluruh dunia.



Simak Video "Louis Vuitton hingga Prada Ikut Produksi APD untuk Lawan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)