ADVERTISEMENT

Benarkah Petani Sawit Merana Dihantam Corona?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 16:30 WIB
Mengunjungi perkebunan milik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Kalimantan Tengah. PT SSMS memiliki luas lahan sekitar 100 ribu hektar. Reno/detikcom.
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto

Lebih lanjut, petani sawit dari Papua Barat Dorteus Paiki menegaskan, petani tetap baik dan tidak ada yang kelaparan.

"Kami di Papua Barat tetap hidup aman dan sehat walaupun ada ancaman pandemi Corona. Sebagai Petani sawit di Papua Barat, mohon semua Pihak jangan memanfaatkan situasi saat ini untuk kepentingan pribadi atau 'pesanan'," tegas Paiki.

Sebelumnya, Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Yusro Fadil menuturkan, saat ini bantuan sosial (bansos) sembako dari pemerintah tak diterima oleh para petani dan buruh sawit. Sehingga, pihaknya meminta pemerintah bisa mengucurkan bansos sembako juga terhadap petani dan buruh sawit.


"Yang dibutuhkan petani hari ini, khususnya buruh sawit itu adalah sembako. Jadi ini yang belum tepat sasaran, ini yang belum mereka terima," ungkap Yusro dalam diskusi online Dampak COVID-19 pada Buruh dan Petani Sawit, Jumat (24/4/2020).

Menurut Yusro, buruh sawitlah yang lebih rentan akan kelaparan. Pasalnya, buruh ini tak memiliki lahan seperti para petani.

"Bahkan istilahnya mereka ini lebih baik mati karena Corona, daripada mati karena kelaparan.Karena kondisi hari ini ada beberapa daerah itu sangat berpotensi sekali mereka tidak makan. Kalau petani sawit masih aman, tapi buruh sawit ini yang akan terganggu," urai Yusro.


(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT