Industri Makanan-minuman dan Farmasi 'Kebal' dari Amukan Corona

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 12:13 WIB
Pfizer Indonesia menginvestasikan teknologi otomatis terkini Restricted Access Barrier System (RABS) senilai USD 5 juta.
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat sektor-sektor industri yang terdampak pandemi COVID-19. Dari banyaknya sektor yang terimbas negatif, ada beberapa sektor yang tetap 'kebal' dari amukan virus Corona.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Farmasi (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam, mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam rapat kerja gabungan dengan DPR RI menjelaskan beberapa sektor industri yang masih memiliki permintaan tinggi di tengah pandemi virus Corona.

"Industri yang memiliki demand tinggi yang biasa memperkuat neraca perdagangan di antaranya adalah industri makanan dan minuman," kata dia dalam raker gabungan dengan Komisi VI, VII dan IX secara virtual, Selasa (5/5/2020).

Berikutnya adalah industri yang menyangkut kesehatan manusia, meliputi industri farmasi, fitofarmaka, serta industri alat pelindung diri (APD), alat kesehatan, etanol, masker dan sarung tangan.

Sedangkan industri yang yang terpukul paling parah oleh virus Corona adalah industri logam, industri semen, industri elektronika dan telematika, industri kendaraan roda empat dan dua, serta industri tekstil.

Adapula industri yang terdampak moderat atau sedang dari hantaman pandemi COVID-19.

"Yang terdampak moderat diantaranya adalah industri petrokimia, industri plastik, dan industri pulp," tambahnya.



Simak Video "RI Mirip Seperti Amerika soal COVID-19, Ini Saran Dr Faheem Younus"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)