'Transformers' Mondar-mandir Uji Corona Mulai 20 Mei

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 12:28 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Sejumlah upaya dilakukan pemerintah untuk mempercepat pengujian atau tes virus Corona. Salah satu cara yang ditempuh ialah melalui inovasi Mobile Laboratory BSL2.

Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, Mobile Laboratary BSL2 merupakan fasilitas yang disiapkan untuk pengujian secara massal.

"Untuk memudahkan upaya tes secara massal maka BPPT mempunyai inovasi BSL2 besifat mobile di mana BSL2 bisa rapid test bisa dilakukan PCR maupun pemeriksaan darah secara umum," katanya dalam rapat gabungan bersama DPR, Selasa (5/5/2020).

Dengan fasilitas tersebut, maka masyarakat tak perlu berbondong-bondong ke rumah sakit. Bambang bilang, layanan ini bersifat pengembangan dan diharapkan operasi pada 20 Mei mendatang.

"Kita harapkan karena mendekati para calon pasien ataupun masyarakat yang ingin mengecek bagaimana kondisi kesehatannya maka bisa dilakukan secara drive thrue. Tentunya mencegah orang datang ramai-ramai ke rumah sakit," ujarnya.

"Ini tahapan perkembangan kita harapkan 20 Mei siap operasional," sambungnya.

Bambang menuturkan, BSL2 ini berwujud kontainer dengan kapasitas pengujian sampai 260 sampel per hari.

"Ini menggunakan kontainer berukuran 20 feet dan dalam pengujian bisa menguji sampai 260 sample per hari," tambahnya.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)