Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 10 Mei 2020 16:00 WIB

Corona Melanda, Apa Kabar Industri Semen RI?

Danang Sugianto - detikFinance
Dampak Corona ke Ekonomi Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Saat ini, pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar dan menyeluruh terhadap dunia usaha. Wabah ini memaksa pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tentu mengganggu roda perekonomian.

Meskipun tidak ada sektor usaha yang terbebas dari dampak pandemi ini, industri semen masih mampu bertahan dengan penurunan kinerja yang tidak terlalu signifikan. Pada triwulan I-2020, konsumsi semen nasional tercatat sebesar 14,9 juta ton atau mengalami penurunan 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sebagai market leader industri semen nasional, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) juga masih cukup baik. Sampai dengan akhir Maret 2020, penjualan domestik SIG mencapai 7,9 juta ton atau meningkat 4,7% dibandingkan Triwulan I tahun 2019.

Direktur Keuangan SIG, Doddy Sulasmono Diniawan mengatakan bahwa Perseroan telah melakukan berbagai strategi untuk menjaga kinerja di tengah masa pandemi saat ini. "Selain menjaga pasar semen dalam negeri, SIG terus menggenjot penjualan melalui pasar ekspor. Pada Triwulan I, total ekspor SIG dari Indonesia mencapai 1,0 juta ton atau tumbuh 23,2% dibandingkan tahun lalu," ujar Doddy dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020).

Doddy memastikan bahwa kegiatan usaha dan kondisi finansial SIG tetap terjaga dengan baik. Perseroan juga berkomitmen untuk menjalankan pemenuhan kewajiban finansial terhadap para mitra usaha yang mencakup para pemasok, kreditur perbankan, serta investor dengan baik dan tepat waktu.

"SIG tidak berencana untuk menunda kewajiban atau melakukan restrukturisasi pinjamannya. Sampai saat ini, semua kewajiban yang jatuh tempo telah dibayarkan sesuai dengan jadwal. SIG memiliki kondisi likuiditas yang memadai serta masih memiliki standby facility yang cukup untuk dapat dipergunakan sewaktu-waktu," tutupnya.



Simak Video "WHO Ingatkan Kelonggaran Menuju New Normal Harus Dilakukan Hati-hati"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com