Penjualan Anjlok 60%, Buruh Pabrik Smartphone Dirumahkan

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 11 Mei 2020 10:56 WIB
pabrik smartphone honor di batam
Ilustrasi/Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
Jakarta -

Karyawan pabrik smartphone ikut dirumahkan akibat merebaknya virus Corona. Sebab pandemi COVID-19 membuat penjualan ponsel pintar tersebut anjlok. Bahkan menurut catatan Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI), penjualan turun 60% pada April.

Ketua Umum AIPTI Ali Subroto mengatakan, perusahaan yang tak hanya memproduksi smartphone mungkin masih bisa mempertahankan karyawannya untuk tetap bekerja. Namun bagi perusahaan yang hanya membuat ponsel pintar mau tak mau harus merumahkan karyawannya karena kapasitas produksi diturunkan mengikuti rendahnya permintaan.

"Ada perusahaan yang nggak bikin handphone saja mungkin masih bisa. Tapi kalau melihat April ini (penjualan) turunnya 60%, menurut saya ya pasti akan terjadi perumahan," kata dia saat dihubungi detikcom, Senin (11/5/2020).

Namun dia belum mengetahui jumlah karyawan di industri smartphone yang sudah dirumahkan. Dia menjelaskan bahwa industri perangkat telekomunikasi kemungkinan tidak akan mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab bukan perkara mudah untuk mencari SDM di bidang tersebut.

"Mereka nggak akan PHK karena untuk mencari kembalinya kan sulit," sebutnya.

Lanjut dia, dalam kondisi seperti ini yang paling terdampak adalah brand-brand lokal. Sementara produsen yang merakit smartphone dengan merek ternama tak terlalu terdampak.

"Kalau sudah begini nih pasti brand leader yang turunnya paling dikit kan. Yang paling berdampak lebih besar pasti brand lokal. Itu sudah umum lah begitu," tambahnya.



Simak Video "Realme Duduki Top 5 Pasar Ponsel Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)