Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Mei 2020 15:42 WIB

'Iron Man' Babak Belur di China, Omzet Anjlok 64%

Aulia Damayanti - detikFinance
Elon Musk Foto: Getty Images
Jakarta -

Penjualan Tesla Model 3 di China babak belur. Omzet produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu jatuh hingga 64% di April dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Asosiasi Penumpang Mobil Cina (CPCA), Tesla menjual 10.160 mobil listriknya pada Maret, namun pada April lalu turun dan hanya menjual 3.635 mobil.

CPCA melaporkan selama periode April penjualan mobil listrik Tesla naik 9,8% setelah kebijakan lockdown di China di cabut. Total penjualan mobil listrik milik Elon Musk si 'Tony Stark' selama empat bulan pertama 2020 sebanyak 19.705 mobil.

Dalam laporannya, CPCA tidak memberikan analisis tentang apa yang mendorong penurunan penjualan mobil listrik Tesla Model 3.


CEO Tesla Elon Musk mengatakan untuk menanggulangi penurunan penjualan. Tesla berencana menurunkan harga mobil listrik Tesla Model 3 di China.

"Kami membuat kemajuan cepat dalam menurunkan biaya produksi di China, dan kami benar-benar bersemangat untuk mengumumkan kami akan mengurangi harga Model Rentang Standar 3. Besok waktu China" kata Musk. Dikutip dari CNBC, Senin (11/5/2020).

Kebijakan lockdown selama pandemi Corona di China mempengaruhi Tesla. Tesla baru mulai mengirimkan mobil Model 3 ke China pada Januari lalu.



Simak Video "Elon Musk Rilis Lagu EDM, Gimana Jadinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com