Gegara Corona, Permintaan Ekspor Kelapa Sawit ke India Turun 2 Juta Ton

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2020 20:50 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat kelapa sawit yang akan diolah menjadi minyak kelapa sawit Crude palem Oil (CPO) dan kernel di pabrik kelapa sawit Kertajaya, Malingping, Banten, Selasa (19/6). Dalam sehari pabrik tersebut mampu menghasilkan sekitar 160 ton minyak mentah kelapa sawit. File/detikFoto.
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Ekspor kelapa sawit (crude palm oil/CPO) ke berbagai negara mengalami gangguan imbas virus Corona (COVID-19). Ke India misalnya, mengalami penurunan permintaan (demand) sebanyak 2 juta ton tahun ini.

"Kita memaklumi pasti kondisi pasar apalagi pasar global pasti terjadi distraction (gangguan). Saya kemarin dengar kabar dari India akan turun 2 juta (ton) tahun ini demand-nya," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono dalam telekonferensi INA Palm Oil, Rabu (20/5/2020).

Joko berharap pandemi ini bisa berakhir bulan Juni mendatang. Apalagi ada angin segar dari India yang dikabarkan akan membuka lockdown, sehingga eskpor bisa kembali dijalankan.

"Kalau sampai Juni ini selesai saya dapat berita dari India, Juni India akan buka (wilayah) dan mulai beli, mulai impor banyak. Mudah-mudahan kalau Juni selesai demand global pelan-pelan akan recover (pulih)," harapnya.

Meski begitu, Joko melihat adanya peluang di dalam negeri yang akan terjadi peningkatan penyerapan karena adanya biodiesel 30% atau B30.

"Domestik so far konsumsinya naik apalagi saya dengar kabar pemerintah akan mendorong B30. Ini menjadi kabar bagus buat industri sawit kita untuk terus bertahan ke depan," ujarnya.

Meski ada pandemi virus Corona, petani kelapa sawit tetap menjalankan aktivitasnya dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal itu yang membuat tidak ada petani yang terpapar virus tersebut.

"So far baik-baik saja, operasional berjalan dengan normal dan alhamdulillah para pekerja di perkebunan so far nggak ada yang terinfeksi. Sampai hari ini saya belum dengar kabar ada infeksi virus COVID-19 di perkebunan. Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan dengan menjalankan secara konsisten protokol yang sudah kita buat," imbuhnya.



Simak Video "Manisnya Gula dari Kelapa Sawit, Batubara"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)