Bos Mercedes-AMG Kini Pimpin Aston Martin

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 27 Mei 2020 09:38 WIB
Produktionsstart im Mercedes-Benz Werk Sindelfingen: Markus Schäfer (2.v.r., Mitglied des Bereichsvorstands Mercedes-Benz Cars, Produktion und Supply Chain Management), Tobias Moers, (3.v.r., Vorsitzender der Geschäftsführung der Mercedes-AMG GmbH) und Michael Bauer (r., Standortverantwortlicher und Produktionsleiter Mercedes-Benz Werk Sindelfingen) mit der Mannschaft beim Anlauf des Mercedes-AMG GT R und des Mercedes-AMG GT C Roadsters. ;Mercedes-AMG GT R / Mercedes-AMG GT C Roadster: Kraftstoffverbrauch kombiniert: 11,4 l/100km; CO2-Emissionen kombiniert: 259 g/km

Start of production at the Mercedes-Benz Sindelfingen plant: Markus Schaefer (2nd from right, Member of the Divisional Board of Mercedes-Benz Cars, Production and Supply Chain Management), Tobias Moers (3rd from right, CEO of Mercedes-AMG GmbH) and Michael Bauer (right, Plant Manager of the Mercedes-Benz Sindelfingen plant) with the team during the ramp-up of the Mercedes-AMG GT R and the Mercedes-AMG GT C Roadster.; Mercedes-AMG GT R / Mercedes-AMG GT C Roadster: fuel consumption combined: 11,4 l /100km; combined CO2 emissions: 259 g/km
Foto: Daimler
London -

Chief Executive Officer (CEO) Aston Martin, Andy Palmer digantikan oleh Tobias Moers yang akan mundur dari jabatan sebelumnya yakni CEO Mercedes-AMG pada akhir Mei ini.

Kominsaris Eksekutif Aston Martin, Lawrence Stroll mengatakan rasa terima kasih kepada Palmer atas dedikasinya yang telah membawa Aston Martin DBX 2020 sebagai SUV Sporty Premium di pasaran.

"Saya ingin berterima kasih kepada Palmer atas kerja kerasnya, komitmen pribadi dan dedikasinya kepada Aston Martin Lagonda sejak 2014," kata Stroll. Dikutip dari CNN, Rabu (27/5/2020).

"Dewan telah memutuskan bahwa sekarang saatnya mengganti kepemimpinan baru. Semua energi saya dan Tobias akan didedikasikan untuk membangun kekuatan yang melekat pada perusahaan, dari merek, teknik, dan keterampilan orang-orangnya untuk memungkinkan Aston Martin menjadi salah satu merek mobil mewah terkemuka di dunia," tambah Stroll.


Sebagai investor serial dan pemilik bagian dari tim Racing Point Formula 1, Stroll menyelamatkan Aston Martin dengan dana talangan £ 500 juta setara Rp 9 triliun (kurs Rp 18.300/ poundsterling ) awal tahun ini.

Kini, saham Aston Martin melonjak 38% di London, Selasa kemarin dan diperdagangkan 50 pence sterling atau Rp 9.065 (kurs Rp 181/ pence sterling)

Pandemi virus Corona memaksa pabrik Aston Martin tutup di seluruh dunia. Perusahaan membukukan kerugian £ 76,7 juta (Rp 1,3 triliun) pada kuartal I 2020. Kerugian ini naik dibandingkan tahun lalu £ 3,2 juta (Rp 58 miliar).



Simak Video "Serunya Nge-drift dengan Mobil Remote Control"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)