Pengusaha Makanan Rencana Ganti Karyawan dengan Mesin

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2020 20:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sektor usaha kembali dibuka bertahap di tengah masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun ada syaratnya, aktivitas yang dilakukan dibatasi maksimal 50% termasuk pekerja.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan hal itu akan mengganggu produktivitas dalam jangka panjang. Untuk itu, ke depan pihaknya akan memperbanyak mesin dan mau tidak mau akan terjadi pengurangan karyawan.

"Pasti (ganggu produktivitas). Dalam jangka menengah panjang kita berusaha untuk mempertahankan produktivitas dengan menambah mesin, automation robotic, seperti itu," ucapnya.

"Iya (karyawan berkurang) mau tidak mau karena untuk jaga jarak kan nggak bisa. Apalagi di tempat packaging misalnya, itu biasanya padat, karyawannya banyak, saling berdempetan. Mau tidak mau kita kan sekarang jarak 1,2 meter per karyawan jadi harus dikurangi, ini dengan terpaksa," tambahnya.

Jika tidak menambah mesin maka produktivitas akan turun dan hanya menambah biaya untuk menggaji karyawan. Cara itu juga dinilai untuk mempercepat penerapan industri 4.0.

"Sekarang sudah banyak perusahaan yang bersiap menuju ke sana karena ini juga semakin mempercepat penerapan 4.0. Dunia usaha sebenarnya industri pangan kan sudah masuk ke sana tapi dengan COVID-19 ini kita harapkan bisa lebih mempercepat proses transisi menuju 4.0," imbuhnya.

Untuk ini saja, karyawan sudah banyak dirumahkan dan dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena permintaan yang turun dan kapasitas karyawan harus dibatasi.

"Sebagian sudah (di PHK), sebagian dirumahkan karena memang permintaan turun sekali. Kemarin Lebaran juga tidak ada lonjakan, biasanya Lebaran lonjakannya tinggi. Tahun ini sama sekali tidak terjadi lonjakan," tandasnya.



Simak Video "Pabrik Peleburan Bijih Besi Meledak, Pekerja Terlempar 10 Meter"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)