Pemilik Zara Rugi Rp 6,4 Triliun Gara-gara Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2020 16:33 WIB
BARCELONA, SPAIN - OCTOBER 20:  People walk past a Zara clothing store on Passeig de Gracia avenue on October 20, 2017 in Barcelona, Spain. As the Catalan independence crisis deepens tourism, which is a vital economic input for the entire region, seems little impacted.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Perusahaan industri pakaian dan sepatu asal Spanyol, Inditex, mengumumkan kerugian pertamanya pada kuartal-I sebagai dampak dari pandemi virus Corona yang telah menghambat omzet perusahaan.

Perusahaan pemilik merek Zara ini melaporkan kerugian bersih sebesar 409 juta euro atau sekitar Rp 6,4 triliun (kurs Rp 15.800/ euro) pada kuartal I-2020.


Dikutip dari CNBC, Rabu (10/6/2020), omzet perusahaan anjlok menjadi 3,3 miliar euro dari hampir 6 miliar euro pada kuartal pertama tahun lalu. Meskipun selama kuartal-I ini sebenarnya Inditex mengalami peningkatan penjualan online sebesar 50%.

Inditex berencana menyetor dividen 35 sen per saham untuk kinerja 2019. Perusahaan milik orang terkaya Spanyol ini juga menyetor sisa bonus dividen untuk tahun 2020 dan 2021, dengan nilai 78 sen per saham, akan dibagikan pada tahun 2021 dan 2022.

Perekonomian mulai perlahan-lahan mulai bangkit pasca dibukanya lockdown di sejumlah negara, namun social distancing masih akan dilakukan. Pada akhir April, Inditex memiliki 965 toko yang buka di 27 negara, dari total 7.469 toko.



Simak Video "Heboh Virus Corona, Adhisty Zara Tak Kebagian Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)