Harga Sawit Anjlok, Penerimaan BLU Turun Rp 6,2 Triliun

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 25 Jun 2020 16:49 WIB
Harga kelapa sawit di Aceh turun
Ilustrasi/Foto: Agus Setyadi/detikcom
Jakarta -

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan di 2019 turun. Hal itu berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) lantaran terjadi penurunan harga sawit.

Kepala BKF Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, penerimaan BPDPKS turun Rp 6,2 triliun sehingga hanya mampu mengantongi Rp 48,9 triliun.

"Penerimaan BLU pada 2019 agak rendah sebab tidak ada pungutan atas ekspor kelapa sawit oleh BLU BDPKS, khususnya memang harga sawit waktu itu lagi rendah-rendahnya," kata Febrio di ruang rapat Banggar DPR, Jakarta, Jumat (25/6/2020).


Menurut Febrio, biasanya BPDPKS bisa menarik pungutan dari setiap kegiatan ekspor sawit. Karena harga komoditas tersebut turun, maka sesuai aturan yang berlaku tidak melakukan pungutan.

"Sesuai peraturan, di bawah harga treshold nggak ada pungutan eskpor dan berdampak cukup besar bagi BLU," jelasnya.

Meski begitu, Febrio menyebut secara kumulatif sejak 2015-2019 tren penerimaan BLU meningkat rata-rata 16%. Jika dirinci, penerimaan BLU pada 2015 tercatat Rp 35,3 triliun, 2016 sebesar Rp 41,9 triliun, meningkat menjadi Rp 47,3 triliun dan pada 2018 menjadi Rp 55,1 triliun. Sementara 2019 turun menjadi Rp 48,9 triliun.

Menurut Febrio, target penerimaan BLU pada tahun 2020 pun mengalami revisi lantaran adanya pandemi virus Corona alias COVID-19. Adapun outlook penerimaan BLU diperkirakan Rp 50 triliun pada tahun ini.



Simak Video "Indonesia Sudah Resesi Sepanjang Tahun 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/hns)